Ia menyebut empat fokus utama yang perlu menjadi arsitektur program Ditjen Pesantren, yakni pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, dan dukungan manajemen.
Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Setjen Kemenag, Ahmad Hidayatullah menyampaikan bahwa pembentukan Ditjen Pesantren merupakan proses transisi yang perlu dipersiapkan secara bertahap, terutama dalam pengalihan fungsi perencanaan dan anggaran dari Ditjen Pendidikan Islam.
Karena itu, perangkat pendukung, kode satuan kerja, serta sumber daya manusia pengelola keuangan perlu segera disiapkan.
“Perencanaan jangan dipikirkan terlalu makro. Fokus dulu pada dua atau tiga hal yang dapat segera diselesaikan, yaitu perencanaan, anggaran, dan perangkat keuangan,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )