Para pejuang Houthi juga terlihat memacu kendaraan pikap melintasi gurun, dan pada satu momen, melepaskan tembakan ke arah kendaraan yang mendekat.
"Saat ini kami sedang melakukan operasi, dengan izin Tuhan, untuk... memutus jalur musuh," ujar salah satu pejuang dalam video tersebut.
Pada hari yang sama, koalisi pimpinan Arab Saudi menuduh Houthi menargetkan kota suci Makkah. Tuduhan ini memicu kemarahan publik Muslim global dan memperkeruh eskalasi konflik di kawasan tersebut.
"Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Saudi mencegat dan menghancurkan pesawat nirawak (drone) musuh yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi sebelum memasuki wilayah udara terlarang Kota Suci Makkah Al-Mukarramah," demikian pernyataan resmi juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, melalui platform X.
Al-Maliki menyebut insiden tersebut sebagai tindakan terorisme dan menegaskan bahwa keselamatan Dua Masjid Suci serta jemaah merupakan "garis merah" yang tidak boleh dilanggar. Ia menambahkan bahwa ini merupakan upaya kedua kelompok tersebut menargetkan Makkah, merujuk pada insiden peluncuran rudal balistik pada Juli 2017.
Pihak Houthi membantah keras tuduhan tersebut dan mengategorikannya sebagai "rekayasa dan kebohongan".