Kapolri Ajak Jawara Banten Jadi Sabuk Kamtibmas

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Jum'at 18 September 2026 17:31 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan Balai Latihan Seni Silat dan Peringatan Milad PTBI.
Share :

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak para jawara dan seluruh perguruan silat di Banten untuk menjadi "sabuk kamtibmas" dengan bersinergi bersama Polri. Sinergi ini ditujukan untuk menjaga keamanan wilayah, memberantas penyakit masyarakat, serta melindungi warga.

Ajakan tersebut disampaikan Kapolri saat meresmikan Balai Latihan Seni Silat sekaligus memperingati Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI) pada Jumat (18/9/2026).

Sigit menegaskan bahwa jawara dan pendekar memiliki peran penting di tengah kehidupan bermasyarakat. Kemampuan bela diri yang dimiliki harus dimanfaatkan untuk membela kebenaran, melindungi kelompok yang lemah, serta menghadirkan rasa aman.

“Yang namanya pendekar dan jawara itu selalu membela kebenaran serta membela yang lemah. Tentunya bersama-sama dengan Polri, kami titipkan untuk sama-sama menjaga kamtibmas, memberantas penyakit masyarakat, dan menjaga wilayah Banten,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, sinergi antara Polri dan para jawara menjadi kekuatan penting untuk menjaga Banten tetap aman dan kondusif. Kebersamaan tersebut juga harus didukung oleh kekompakan serta soliditas antarperguruan silat.

Sigit mengingatkan bahwa pencak silat Tjimande dan seni budaya debus merupakan kekhasan Banten yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan. Pelestarian tersebut menjadi tanggung jawab bersama para pimpinan perguruan dan seluruh pesilat agar nilainya tidak tergerus perkembangan zaman.

Ia juga mendorong agar keberadaan padepokan dan balai latihan tidak hanya terpusat di satu titik. Ke depan, Kapolri meminta agar setiap kabupaten di Banten memiliki tempat pembinaan serupa sehingga seni budaya, kearifan lokal, serta tradisi pencak silat dapat terus dilatih dan dilestarikan.

“Jadi saya minta nanti di setiap kabupaten didirikan fasilitas seperti ini, sehingga semua budaya yang ada di Banten bisa dijaga, dilatih, dan dilestarikan,” kata Sigit.

 

Sigit menjelaskan bahwa pesanggrahan bukan sekadar tempat latihan bela diri, melainkan ruang belajar, berdiskusi, mempererat silaturahmi, serta menyelesaikan berbagai persoalan bersama melalui semangat kekeluargaan.

Balai Latihan Seni Silat PTBI diharapkan terbuka tidak hanya bagi anggota PTBI, melainkan bagi seluruh perguruan silat dan masyarakat umum. Selain sebagai pusat pembinaan pencak silat, balai tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni budaya dan pelestarian berbagai kearifan lokal Banten.

Kapolri berharap para jawara dan perguruan silat terus menjaga semangat persatuan dalam mengembangkan pencak silat Tjimande serta debus hingga ke tingkat nasional. Jika dikelola dengan baik, kekayaan budaya tersebut tidak hanya memperkuat identitas Banten, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Ini menjadi sumber kekuatan yang tentunya apabila kita kelola dengan baik, tidak hanya sekadar budaya saja, tetapi juga bisa kita kembangkan dan perkenalkan,” pungkas Kapolri.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya