JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini, gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan pada 19-22 September 2026.
BMKG melaporkan pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6-30 knot. Sementara itu, di selatan ekuator Indonesia, angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-30 knot.
“Potensi angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara dan Laut Arafuru bagian timur,” tulis BMKG dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).
Gelombang dengan ketinggian serupa juga berpeluang terjadi di Laut Sumbawa, Laut Bali, Laut Flores, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Teluk Bintuni, Laut Seram, Laut Banda, serta Laut Arafuru bagian utara, barat, tengah, dan timur.
Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, dan Samudra Hindia selatan Banten.
Gelombang tinggi juga berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, dan Samudra Hindia selatan NTT.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” imbau BMKG.
(Awaludin)