TOKYO — Topan dahsyat Dujuan mendekati pantai timur Jepang pada Senin (21/9/2026) membawa angin dengan kecepatan 144 kilometer per jam, memicu peringatan akan banjir dan tanah longsor serta menyebabkan pembatalan ratusan penerbangan.
Wilayah Kepulauan Izu dan Prefektur Chiba di dekat Tokyo telah mengalami curah hujan tinggi sepanjang akhir pekan. Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah memperingatkan bahwa kondisi cuaca dapat memburuk dengan cepat.
"Total curah hujan hingga hari Selasa dapat melampaui rata-rata curah hujan bulanan untuk bulan September, sehingga menghasilkan hujan lebat yang memecahkan rekor," kata JMA, sebagaimana dilansir Reuters.
Pihak berwenang juga memperingatkan kemungkinan terbentuknya pita hujan linier di wilayah Jepang bagian tengah dan wilayah Kanto—yang mencakup Tokyo serta prefektur-prefektur di sekitarnya—yang dapat meningkatkan risiko bencana akibat hujan seperti banjir bandang dan tanah longsor.
Pita hujan linier menyebabkan hujan sangat deras yang mengguyur area sempit selama beberapa jam.
Topan Dujuan juga berpotensi mengacaukan rencana perjalanan selama masa liburan Silver Week di Jepang, yang baru saja dimulai dan biasanya ditandai dengan lonjakan perjalanan domestik.
Pada Senin, Japan Airlines membatalkan 120 penerbangan domestik dan 15 penerbangan internasional, sementara All Nippon Airways membatalkan 140 penerbangan domestik. Sejumlah layanan kereta api di beberapa jalur di Tokyo dan wilayah sekitarnya dihentikan sementara.
Kementerian Dalam Negeri Jepang menyatakan bahwa 1.908.645 orang diperintahkan untuk mengungsi di enam prefektur—Ibaraki, Chiba, Tokyo, Kanagawa, Shizuoka, dan Saitama. Topan juga menyebabkan sebanyak 50.890 rumah tangga di Jepang mengalami pemadaman listrik, menurut perusahaan listrik Tokyo, TEPCO.
JMA telah memperingatkan adanya "ancaman langsung terhadap keselamatan jiwa" dan mendesak masyarakat untuk segera mencari tempat yang aman.
(Rahman Asmardika)