Selain itu, tim juga menghadapi persoalan gas density di kedalaman sekitar 27 meter. Kondisi tersebut membuat waktu penyelam berada di dalam air harus dibatasi.
"Misalnya menggunakan dua tabung atau satu tabung tidak bisa maksimal untuk digunakan, hanya paling lama itu dia bisa 20 menit ya. Karena pengaruh gas atau apa namanya ini, gas density yang disampaikan oleh OSC selam ya," imbuhnya.
Berbagai kendala tersebut akhirnya membuat penyelam belum dapat menjangkau seluruh bagian kapal.
"Sehingga tidak bisa semua kompartemen-kompartemen yang ada di kapal itu dimasuki, karena alasan-alasan ini ya," pungkasnya.
Sebagai informasi, kapal KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita.
Kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu, 12 September 2026, dengan membawa 243 orang.
Hingga Minggu (27/9/2026), sebanyak 174 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 66 lainnya meninggal dunia.
Dengan total manifest 243 orang, masih terdapat 69 korban yang belum ditemukan dan hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
(Fahmi Firdaus )