JAKARTA — Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi terbakar di dekat Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa 20 Oktober 2026. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat.
Koordinator Komunitas Pengguna Kapal Penyeberangan Nusantara (KPK-PN), Maruly Hendra Utama, mengapresiasi penanganan KMP Batumandi oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Menurutnya, respons darurat harus dinilai secara menyeluruh, mulai dari keselamatan penumpang dan awak kapal, pengendalian kebakaran, mitigasi pencemaran laut, hingga kepatuhan terhadap prosedur investigasi.
Keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dalam setiap insiden pelayaran. Berdasarkan informasi yang dihimpun KPK-PN, seluruh penumpang berhasil dievakuasi, meskipun tiga orang dilaporkan mengalami cedera dan mendapatkan penanganan medis.
“Penyelamatan jiwa merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar. Ketika penumpang berhasil dievakuasi dan mendapatkan pertolongan medis, hal tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan respons darurat. Kita harus memberikan apresiasi kepada awak kapal dan seluruh unsur yang terlibat, sekaligus memastikan evaluasi dilakukan agar kesiapsiagaan semakin kuat,” ujar Maruly dalam keterangannya, dikutip Jumat (23/10/2026).
Ia menegaskan, penanganan kapal terbakar membutuhkan pertimbangan teknis yang cermat dan bukan perkara sederhana. Ada aspek keselamatan manusia, potensi rambatan kebakaran, stabilitas kapal, kondisi angin dan arus, serta kelancaran operasional pelabuhan.
"Karena itu, lokasi harus ditentukan berdasarkan kondisi aktual dan penilaian teknis, bukan semata-mata pertimbangan kemudahan,” ujarnya.