Maruly turut menilai persiapan melibatkan perusahaan penyelamatan kapal atau salvage company penting untuk mengantisipasi penanganan lanjutan, termasuk pengamanan kapal, penanganan kebocoran, dan kemungkinan pengangkatan kapal. “Penanganan yang baik bukan hanya merespons bahaya yang sedang terjadi, tetapi juga mengantisipasi risiko berikutnya. Evakuasi, pengendalian kebakaran, perlindungan lingkungan, dan persiapan salvage merupakan rangkaian yang harus dikelola secara terkoordinasi,” ujarnya.
Terkait proses investigasi, ia mengingatkan agar pemindahan kapal dilakukan melalui penilaian risiko dan koordinasi dengan pihak berwenang. Kapal yang terbakar dapat menyimpan bukti penting untuk mengungkap sumber api, pola penyebaran kebakaran, kondisi sistem keselamatan, dan faktor penyebab lainnya.
“Jangan sampai keinginan untuk segera memindahkan kapal justru mengabaikan keselamatan atau mengganggu proses investigasi. Namun, jika kapal menimbulkan ancaman serius terhadap jiwa manusia, tindakan darurat harus dipertimbangkan oleh pihak yang berwenang. Yang terpenting, setiap keputusan mempunyai dasar teknis dan pertimbangan keselamatan yang jelas,” tuturnya.
Insiden KMP Batumandi setidaknya menjadi pengingat pentingnya penguatan latihan keadaan darurat, kesiapan peralatan keselamatan, kompetensi awak kapal, serta prosedur penanganan kebakaran dan pencemaran laut.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.