Sebanyak satu juta dari 15,8 juta pemilih terdaftar dalam pemilihan pekan lalu memilih Partai Otentisitas dan Modernitas. Hasil tersebut menandai kemenangan pertama PAM sejak partai itu didirikan.
Pemilihan tersebut merupakan yang pertama sejak krisis migrasi Ceuta pada Juli lalu dan protes yang dipimpin kaum muda yang berujung pada kekerasan tahun lalu.
Setelah nominasi kerajaan, fokus kini beralih pada pembentukan koalisi yang akan menjalankan pemerintahan berikutnya. PAM telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan semua partai.
Namun, beberapa partai, termasuk partai Islam moderat Keadilan dan Pembangunan serta Federasi Kiri Demokratik, telah menyatakan akan tetap berada di posisi oposisi.
(Arief Setyadi )