BPPTKG mencatat 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-89 milimeter dan durasi 32,05-150,91 detik.
Selain itu, tercatat 20 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-41 milimeter, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan satu kali gempa tektonik jauh.
Secara visual, Gunung Merapi teramati jelas hingga tertutup kabut level 0-III. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau membumbung setinggi 25 meter di atas puncak.
Dalam laporan aktivitasnya, BPPTKG menyebut data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung. Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
BPPTKG juga mengingatkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.
"Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya, serta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan turun di kawasan Gunung Merapi," tulis BPPTKG.
(Awaludin)