Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Kilometer

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Rabu 30 September 2026 16:38 WIB
Gunung merapi (foto: Okezone)
Share :

YOGYAKARTA - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, meluncurkan awan panas guguran pada Rabu (30/9/2026) sore. 

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran terjadi pukul 15.51 WIB dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih.

Berdasarkan informasi Badan Geologi, awan panas guguran tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 20,9 milimeter dan durasi 155,21 detik.

"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," ujar Badan Geologi dalam laporannya.

Sementara itu, dalam periode pengamatan selama enam jam pada pukul 06.00-12.00 WIB, aktivitas guguran masih mendominasi kegempaan Gunung Merapi.

 

BPPTKG mencatat 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-89 milimeter dan durasi 32,05-150,91 detik.

Selain itu, tercatat 20 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-41 milimeter, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan satu kali gempa tektonik jauh.

Secara visual, Gunung Merapi teramati jelas hingga tertutup kabut level 0-III. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau membumbung setinggi 25 meter di atas puncak.

Dalam laporan aktivitasnya, BPPTKG menyebut data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung. Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

BPPTKG juga mengingatkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.

"Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya, serta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan turun di kawasan Gunung Merapi," tulis BPPTKG.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya