JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031 menggelar rapat perdana secara daring, Kamis (8/10/2026). Rapat diikuti lebih dari 500 ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).
Sekretaris Jenderal PBNU Gus Gudfan Arif Ghofur mengatakan, tingginya partisipasi pengurus daerah menunjukkan semangat kebersamaan dalam mengawali kepengurusan baru. Melalui rapat ini, ia menilai sosialisasi perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Jombang penting untuk menyamakan pemahaman, terutama karena sekitar 130 kepengurusan NU akan mengakhiri masa khidmat dalam beberapa bulan mendatang.
“Ini penting sekali agar tidak ada salah tafsir dan tidak ada perdebatan di tingkat PWNU maupun PCNU. Semua harus berpedoman pada AD/ART hasil Muktamar Ke-35,” kata Gus Gudfan yang memimpin jalannya rapat dalam keterangannya.
Sementara Nuh menjelaskan, perubahan AD/ART mencakup mekanisme pemilihan ketua, kaderisasi, tata kelola kelembagaan, hingga penyelesaian sengketa internal. Mekanisme pemilihan kini diseragamkan dari tingkat PBNU hingga ranting dan anak ranting, dengan musyawarah mufakat sebagai pilihan utama.