Pillay menerima kabar mengenai penganugerahan Nobel tersebut saat sedang menghadiri konferensi hukum di sebuah gedung di Nuremberg, Jerman—lokasi sejarah tempat pengadilan pidana internasional pertama dibentuk pada tahun 1945–1946 untuk mengadili kejahatan perang Nazi.
"Hal terakhir yang saya lakukan adalah menyampaikan laporan mengenai Gaza, yang menyebut peristiwa di sana sebagai genosida," ujar Pillay di hadapan hadirin yang berkumpul untuk merayakan penghargaan tersebut, sebagaimana terlihat dalam unggahan media sosial pimpinan organisasi hak asasi manusia Amnesty International.
"Jika Anda semua bertepuk tangan sedikit lebih meriah lagi, mungkin saya akan membagikan hadiah ini kepada Trump," tambahnya yang disambut gelak tawa para hadirin.
Ucapan tersebut berseloroh merujuk pada keputusan penerima penghargaan tahun lalu, Maria Corina Machado, yang menyerahkan medali Nobel miliknya kepada Presiden AS pada Januari lalu demi menggalang dukungan bagi kampanyenya mewujudkan Venezuela yang demokratis.
Ketua Komite Nobel, Jørgen Watne Frydnes, menegaskan bahwa pihaknya ingin mengingatkan dunia kembali bahwa supremasi hukum merupakan landasan utama bagi sistem internasional yang dibentuk untuk menjamin perdamaian, dan saat ini sistem tersebut berada di bawah "tekanan luar biasa".