Selanjutnya, Desa Cihamerang melaporkan 2 rumah rusak ringan yang berdampak pada 2 KK atau 10 jiwa. Adapun Desa Mekarjaya mencatat 1 rumah rusak ringan dengan dampak terhadap 1 KK atau 5 jiwa.
“Berdasarkan laporan kecamatan yang dihimpun, seluruh kerusakan rumah di wilayah tersebut masuk kategori rusak ringan. Laporan tersebut juga tidak mencatat adanya korban meninggal dunia maupun korban luka-luka,” ujarnya.
Verifikasi Kondisi Bangunan di Wilayah Terdampak
Ayu menegaskan, sejak 16 Oktober 2026, BMKG telah melakukan survei lapangan untuk memverifikasi laporan kerusakan dan memeriksa kondisi bangunan di wilayah terdampak. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran aktual mengenai dampak guncangan gempa terhadap bangunan dan masyarakat.
Tim survei menghimpun informasi lapangan untuk melengkapi hasil pemantauan aktivitas kegempaan. Verifikasi ini juga membantu memastikan data kerusakan sesuai dengan kondisi aktual, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam penanganan dampak gempa.