Meski kelompok yang dilaporkan telah membubarkan diri, petugas tetap menyisir kawasan tersebut. Hasilnya, tiga pemuda diamankan bersama dua bilah celurit, dua telepon genggam, dan dua sepeda motor.
Sebanyak 11 pemuda yang diamankan di Jalan Tanah Mas I dibawa ke Direktorat Samapta Polda Metro Jaya untuk menjalani pembinaan, termasuk pembinaan rohani dan mental, serta pendalaman lebih lanjut.
Sementara itu, empat pemuda dari wilayah Kemayoran diserahkan kepada Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Adapun tiga pemuda yang diamankan di Jalan Raden Inten dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, patroli tersebut mengedepankan kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat guna mencegah gangguan keamanan sebelum menimbulkan korban.
"Polisi bersama masyarakat bukan hanya tentang kehadiran petugas di lapangan, tetapi bagaimana kehadiran itu benar-benar memberikan dampak dan rasa aman bagi warga. Ketika masyarakat bisa beristirahat dengan tenang, anak-anak terlindungi dari pengaruh kekerasan, dan lingkungan terjaga dari potensi tawuran, di situlah pelayanan kepolisian dirasakan manfaatnya. Kami juga mengapresiasi warga yang peduli dan memberikan informasi kepada petugas," ujar Budi.
Polda Metro Jaya mengajak orang tua, keluarga, dan masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian kepada anak-anak dan remaja agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan.
Masyarakat yang mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan keamanan dapat segera menghubungi kepolisian melalui layanan 110. Kepedulian bersama dan komunikasi yang baik diharapkan dapat membantu menjaga lingkungan tetap aman dan nyaman bagi seluruh warga.
(Awaludin)