JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Jawa Timur. Kunjungan Wapres pada Jumat, (16/10/2026) diterima oleh tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Marsudi Syuhud.
KH Marsudi menilai silaturahmi pemimpin negara dengan kalangan pesantren merupakan sesuatu yang sudah semestinya dilakukan, mengingat besarnya peran pesantren dalam sejarah dan pembangunan bangsa.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran bersilaturahmi dengan para kiai sekaligus meninjau pembelajaran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan robotik bagi santri.
“Kalau ada pemerintah mau, itu namanya wapres, presiden, menteri, ke pesantren, seharusnya memang begitu,” ujar Marsudi.
Menurutnya, pesantren telah hadir jauh sebelum berdirinya Nahdlatul Ulama dan Republik Indonesia. Karena itu, pemerintah perlu terus melibatkan pesantren dalam berbagai agenda pembangunan nasional.
“Kalau ada pemerintah kemudian melibatkan pesantren untuk pembangunan ini, itu sudah keharusan. Keharusan melibatkan pesantren untuk memikirkan pembangunan, baik pembangunan moral bangsa, pembangunan ekonomi, pembangunan kebudayaan,” katanya.
Marsudi menegaskan bahwa pembangunan nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pesantren.
“Membangun bangsa itu suatu keharusan. Itu bukan hanya pemerintah saja, termasuk individu-individunya, karena gak cukup hanya pemerintah saja. Kita harus bersama-sama membangunnya,” jelasnya.