MAYBRAT – Tim gabungan Operasi Badai Kasuari berhasil menemukan satu pucuk senjata laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi milik Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir. Senjata api ini sebelumnya dirampas KKB dalam penyerangan pos militer di Kampung Sory, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Senjata Caracal tersebut ditemukan dalam operasi gabungan di sekitar Goa Ayata atau menara BTS Ayata. Operasi ini melibatkan personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V Satgas Yonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad, serta Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan 764/IB.
Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi mengatakan, penemuan senjata tersebut berawal dari informasi yang diperoleh setelah sejumlah tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM)/KKB menyerahkan diri kepada Kodim 1809/Maybrat.
“Keberhasilan operasi ini merupakan tindak lanjut dari penyerahan 2 tokoh OPM ke Kodim 1809/Maybrat, Anton Fatem (Danyon Ayosami) dan Yesias Fatem (Danyon Mosata), serta Zakarias Fatem (Wapang Kodap IV/Soraya),” ujar Danrem, dikutip, Minggu (18/10/2026).
Seluruh personel mengikuti pengarahan di Pos Kotis Susumuk untuk membagi sektor pencarian dan menentukan sasaran operasi.
Tim Gabungan Sektor Alfa kemudian menemukan senjata Caracal beserta amunisinya pada pukul 12.25 WIT, dengan Anton Fatem turut mendampingi personel di lapangan.
Tim bergerak menuju titik yang diduga menjadi lokasi penyimpanan senjata tersebut dengan pendampingan Yesias Fatem. Hingga laporan perkembangan operasi pada 16 Oktober 2026, senjata itu belum ditemukan.
“Penemuan senjata Caracal beserta 17 butir amunisi menjadi perkembangan dalam upaya pemulihan persenjataan milik TNI setelah penyerangan pos militer di Kampung Sory,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )