2 Tahun Pemerintahan, Prabowo-Gibran Menata Arah Pembangunan Sesuai Amanat Konstitusi

Arief Setyadi , Jurnalis
Kamis 22 Oktober 2026 12:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Binti M/Okezone)
Share :

Orientasi tersebut, menurutnya, menuntut perubahan pola pertumbuhan yang selama ini dinilai terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah, konsumsi barang impor, modal asing, dan utang luar negeri. “Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dilihat dari kenaikan PDB. Yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut menciptakan partisipasi rakyat, industrialisasi, produktivitas dan pemerataan. Karena itu, orientasi ekonomi kerakyatan menjadi penting,” katanya.

Umbas menyebut koperasi, UMKM, BUMN, dan swasta nasional perlu terlibat dalam ekosistem ekonomi yang saling mendukung. Program Makan Bergizi Gratis, Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa Merah Putih, rumah subsidi, serta swasembada pangan dipandang sebagai instrumen untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi. 

“Program-program tersebut harus menjadi mesin yang menggerakkan partisipasi ekonomi rakyat. Bukan sekadar program pemerintah, tetapi bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi nasional,” imbuhnya.

Di sisi lain, penguatan pangan dan hilirisasi dinilai penting untuk mengoptimalkan kekayaan alam Indonesia, mulai dari sawit, batu bara, nikel, dan timah hingga emas, perak, tembaga, serta gas alam. Menurut Umbas, pengolahan sumber daya di dalam negeri dapat meningkatkan nilai tambah, memperkuat industri nasional, dan memperluas manfaat ekonomi. 

“Indonesia tidak boleh selamanya hanya menjadi pemasok bahan mentah. Hilirisasi dan industrialisasi merupakan bagian penting untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat kapasitas nasional dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas,” katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya