JAKARTA - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap laboratorium pembuatan sabu Blue Ice seberat 1,2 ton di wilayah Aceh. Pengungkapan ini merupakan joint operation antaran Polri, BNN dan Bea Cukai.
"Kita telah berhasil mengungkap hampir 1,2 ton sabu yang tentu nilainya sangat fantastis. Yang paling penting, kita bisa menyelamatkan anak bangsa dari kehancuran yang dapat merusak masa depan anak-anak kita. Tepuk tangan dulu, Bapak dan Ibu sekalian," kata Suyudi dalam jumpa pers, Jumat (23/10/2026).
Mantan Kapolda banten ini menjelaskan, pada Februari 2026, jaringan narkotika asal Tiongkok terdeteksi mengangkut ratusan kilogram Methamphetamine cair dari Myanmar utara melintasi Laos dan Thailand.
"Sebelum akhirnya tiba di tujuan akhir, yaitu Banda Aceh, Indonesia, pada tanggal 18 Mei 2026. Jadi sudah berapa bulan, sekarang bulan apa, Oktober, ya, sudah 6 bulan yang lalu," ujar Suyudi.
"Kedua tersangka WNA tersebut menginap di salah satu hotel di Banda Aceh selama 10 hari untuk melakukan survei di wilayah tersebut, kemudian kembali ke Malaysia pada tanggal 2 Juni 2026," ucap Suyudi.
Selanjutnya pada akhir Juli 2026, kedua tersangka WNA tersebut memulai pengiriman tahap kedua berupa hampir 1 ton Methamphetamine cair melalui rute yang sama seperti tahap pertama. Cairan tersebut disamarkan di dalam kaleng hijau untuk mengelabui petugas pada saat pengecekan.
"Pada tanggal 15 Oktober 2026, tersangka LJ dan XM melakukan perjalanan dari Kunming, Tiongkok, dan tiba di Kuala Lumpur pada pukul 14.40 waktu setempat, lalu bertemu dengan tersangka B yang berkewarganegaraan Indonesia. Selama di Malaysia, tersangka LJ dan XM dibantu oleh tersangka MN untuk urusan akomodasi dan penginapan," kata Suyudi.