"Obatnya cuma satu: masker, gitu aja. Jadi kalau masyarakat ada gangguan pernapasan, ya harus secepatnya ke dokter," tambahnya.
Slamet pun menegaskan bahwa belum ada laporan dokter terdampak karhutla. "Sampai hari ini belum ada laporan yang signifikan ya dan para tenaga kesehatan utamanya dokter masih aktif melayani pasien dengan menggunakan masker," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )