Komisi VIII DPR Dorong Lingkungan Belajar yang Inklusif dan Humanis

Tim iNews Media Group , Jurnalis
Sabtu 24 Oktober 2026 23:35 WIB
Komisi VIII DPR Dorong Lingkungan Belajar yang Inklusif dan Humanis
Share :

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko mendorong penguatan pendidikan inklusif dan perlindungan anak di madrasah agar menghadirkan lingkungan belajar yang humanis, berkeadilan serta aman di tengah perkembangan teknologi digital.

Demikian disampaikan Singgih saat menghadiri diskusi bertajuk, Transformasi Madrasah Inklusif: Penguatan Perlindungan, Aksesibilitas, dan Penciptaan Lingkungan Belajar Humanis yang Berkeadilan” serta “Membangun Ekosistem Digital yang Aman di Madrasah: Tata Kelola Gawai, Literasi Digital, dan Perlindungan Anak,” Sabtu (24/10/2026).

“Madrasah harus terus berbenah agar mampu menjawab tantangan zaman. Penguatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan perlindungan anak, pemenuhan aksesibilitas, dan penciptaan lingkungan belajar yang inklusif serta humanis,” kata Singgih.

Menurutnya, transformasi madrasah membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat, agar peningkatan kualitas pendidikan berjalan beriringan dengan pemenuhan hak dan perlindungan peserta didik.

Oleh karena itu, madrasah tidak cukup hanya menyediakan akses pendidikan bagi semua anak, tetapi juga harus memastikan setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dan berkembang.

Upaya tersebut, kata dia, perlu didukung kebijakan yang memadai, kesiapan tenaga pendidik, fasilitas yang aksesibel, serta budaya pendidikan yang menghargai keberagaman dan mencegah diskriminasi.

Selain pendidikan inklusif, dia menekankan pentingnya penguatan tata kelola penggunaan gawai dan literasi digital di lingkungan madrasah.

 

‘’Teknologi dapat mendukung proses pembelajaran, tetapi penggunaannya perlu disertai pendampingan dan aturan yang jelas untuk melindungi peserta didik dari berbagai risiko di ruang digital,’’ujarnya.

Madrasah membutuhkan dukungan bersama agar dapat berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, dan mampu melindungi anak, termasuk dalam menghadapi tantangan di ruang digital,”pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan UIN Raden Mas Said Surakarta, Fauzi Muharom menambahkan, pendidikan inklusif dan pemanfaatan teknologi secara aman merupakan dua aspek yang saling melengkapi dalam mewujudkan pendidikan bermutu dan relevan dengan perkembangan zaman.

Fauzi menekankan pentingnya metode pembelajaran yang adaptif, sikap pendidik yang menghargai keberagaman, serta penguatan perlindungan anak agar seluruh peserta didik dapat belajar dan berkembang tanpa diskriminasi.

‘’Pemanfaatan teknologi digital perlu diimbangi dengan edukasi mengenai perlindungan data pribadi, pencegahan perundungan siber, dan risiko paparan konten yang tidak sesuai dengan usia anak,’’pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya