JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Dewi Juliani, mendesak Polda Riau mengusut tuntas jaringan mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga ke pemasok dan penadah. Desakan ini disampaikan menyusul penangkapan puluhan orang terkait dugaan penyelewengan BBM bersubsidi dalam sepekan terakhir.
Dewi mengapresiasi langkah Polda Riau beserta jajaran dalam mengungkap kasus tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga harus menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi bagian dari jaringan distribusi ilegal.
"Saya mengapresiasi langkah Polda Riau dan jajaran. Tetapi, pengusutan jangan berhenti pada pelaku yang ditangkap. Telusuri sampai ke akar-akarnya agar jaringan mafia BBM benar-benar diberantas," tegas Dewi, Minggu (25/10/2026).
Kondisi tersebut terlihat dari antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum menelusuri kemungkinan penyalahgunaan dalam rantai distribusi BBM bersubsidi.
"Pertamina telah menyalurkan BBM sesuai kuota, tetapi masyarakat masih sulit mendapatkannya. Dengan terungkapnya mafia BBM ini, semoga keluhan masyarakat terkait ketersediaan BBM dapat terjawab," ujarnya.