BNPB Intensifkan Penanganan Karhutla Lewat Udara dan OMC

Ari Sandita Murti, Jurnalis
Jum'at 30 Oktober 2026 11:28 WIB
Karhutla (Foto: Dok BNPB)
Share :

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penanganan darurat bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melalui pengerahan armada udara serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini diambil untuk menekan luas dampak karhutla di berbagai wilayah prioritas.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan pihaknya telah menyiagakan puluhan armada udara guna memaksimalkan proses pemadaman di lapangan. "Untuk memaksimalkan pemadaman karhutla, BNPB telah menyiagakan 59 unit armada udara," ujar Berton, Jumat (30/10/2026).

Rinciannya, Kalimantan Selatan (14 unit), Kalimantan Tengah (10 unit), Sumatera Selatan (10 unit), Kalimantan Barat (9 unit), Jambi (5 unit), dan Riau (4 unit). Sementara itu, 7 unit lainnya tersebar di luar provinsi prioritas, yaitu Jawa Timur (2 unit), Lampung (2 unit), Kalimantan Timur/IKN (1 unit), Papua Selatan (1 unit), dan Papua Barat Daya (1 unit).

Selain kesiapan armada udara, BNPB juga menggenjot upaya preventif melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan pada Rabu 28 Oktober. Berdasarkan data BNPB, OMC mencatat 16 sorti penerbangan dengan total penggunaan bahan semai mencapai 22.600 kilogram, yang terdiri atas dry ice dan NaCl.

Operasi tersebut difokuskan di dua wilayah utama, yakni di Kalimantan Tengah dilaksanakan 8 sorti dengan 11.700 kg bahan semai (menyasar Kotawaringin Barat dan Seruyan/TNTP). Di Sumatera Selatan dilaksanakan 8 sorti dengan 10.900 kg bahan semai (menyasar wilayah timur hingga tenggara Palembang).

"Hujan dilaporkan turun di sejumlah wilayah berkat pelaksanaan OMC tersebut, termasuk di Banjarmasin, Banjarbaru, Cengal, dan Pangkalan Jerambah," tambah Berton.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya