KUPANG - Pemerintah Timor Leste secara sepihak telah mengklaim kompleks makam leluhur masyarakat Dahala, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT, sebagai bagian dari wilayah negara itu.
Kondisi ini menyebabkan sebagian besar warga yang bermukim di perbatasan kedua negara ini mengalami kesulitan untuk melakukan upacara ritual di kompleks pekuburan yang sudah ada sejak ratusan tahun itu.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Belu Gregorius Mau Bili, dalam rapat koordinasi pengelolaan batas negara di Kupang, Selasa (11/12/2007).
"Sikap Timor Leste sangat tidak logis. Bagaimana mungkin orang memakamkan keluarganya yang meninggal di tanah orang lain? Apalagi di tanah negara lain yaitu Timor Leste, yang dulu dikenal dengan Timor Portugis," kata Gregorius.
Menurutnya, sejak dulu, sebelum Timor Leste berintegrasi dengan Indonesia kemudian menjadi negara merdeka, kompleks yang berisi makam leluhur warga Belu tersebut menjadi bagian dari Indonesia. "Setelah merdeka, justru Timor Leste mengklaim daerah itu," katanya.
Selain kompleks pekuburan, menurut Gregorius, terdapat setidaknya enam titik sengketa perbatasan yang belum dituntaskan, karena kedua negara memiliki bukti berbeda mengenai kepemilikan asset maupun tanah yang diperebutkan.
Lokasi yang menjadi sengketa yakni saluran irigasi sungai Mota Malibaka, Desa Lamaksenulu, Kecamatan Lamaknen, yang dibangun di atas tanah warga Belu, klaim zona netral yang mengambil alih perkebunan kopi warga Desa Henes, Kecamatan Pamaknen, penempatan patok batas Timor Leste diatas tanah warga Laktulus, Desa Fohoeka, Kecamatan Tasifeto Timur, klaim tanah warga seluas 30.000 meter persegi milik warga Desa Alas, Kecamatan Kobalima, serta penempatan patok garis batas dengan mengambil alih tanah warga seluas 19 hektar di Aikakar, Desa Alas, Kecamatan Kobalima.
"Semua permasalahan ini sudah disampaikan kepada pemerintah pusat, agar dalam menentukan garis batas, perlu melibatkan masyarakat lokal sehingga tidak terjadi kesalahan, karena hanya akan menjadi bom waktu bagi masyarakat perbatasan," ujar Gregorius.
(Nurfajri Budi Nugroho)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.