JAKARTA - Keberadaan Sekretaris Jenderal (sekjen) MPR selama ini dinilai tidak efektif dan memboroskan anggaran. Maka itu, muncul usulan agar Sekjen MPR digabung dengan Sekjen DPR atau DPD.
"Fungsinya tidak terlalu penting, kenapa masih dipertahankan?" kata anggota Pansus RUU Susduk MPR, DPR, DPD, dan DPD Jamaluddin Karim ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (26/12/2007).
Jamaluddin menambahkan, saat ini di lingkungan Senayan terdapat tiga Sekjen, yakni MPR, DPR dan DPD. Menurutnya, masing-masing Sekjen mempunyai anggaran. Peleburan Sekjen ketiga lembaga itu diharapkan bisa mengurangi anggaran.
Terlebih lagi, keanggotaan MPR terdiri dari DPR dan DPD. Ketua Fraksi BPD DPR ini menambahkan, selama ini keberadaan MPR tidak terlalu signifikan. "Tugas MPR yang paling kelihatan hanya sosialisasi amandemen UUD 1945. Setahun belum tentu MPR menggelar sidang paripurna," ujar Jamaluddin.
Ketua DPP PBB ini mengaku, sudah melakukan diskusi informal dengan beberapa anggota pansus lainnya. Menurut dia, berdasarkan hasil diskusi tersebut sebagian besar mendukung usulan peleburan Sekjen MPR.
Hal senada disampaikan anggota Pansus RUU Susduk lainnya Ida Fauziah. Menurut dia, Sekjen MPR memang sebaiknya ditiadakan. Sebab, selama ini fungsi dan peran Sekjen MPR memang tidak terlalu mendesak. "Hal itu berkaitan dengan tugas-tugas MPR yang tidak padat seperti DPR ataupun DPD," ungkap Ida saat dihubungi.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR AM Fatwa mendukung peleburan Sekjen MPR kalau tujuannya untuk efisiensi anggaran. Dirinya mengakui, anggaran untuk tiga sekjen selama ini tergolong tinggi. Wakil Ketua MPP PAN mengusulkan, agar tiga sekjen yang ada dilebur menjadi satu.
Menurutnya, kalau usulan itu diterima, maka harus diperkuat dengan staf ahli. Sehingga, tugas dan fungsi sekretariat jenderal (Setjen) bisa lebih kuat. "Jangan sampai Sekjennya dilebur, justru fungsi kesekretariatan menjadi lemah," katanya ketika dihubungi lewat telepon.
(Ismoko Widjaja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.