FLORIDA - Sedikit misteri planet merkurius mulai diungkap radar The Messenger milik Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) setelah lebih dari tiga dekade Mariner 10 menjelajahi planet itu. Mulai rekam yang diduga es, gunung api, hingga planet kecil ini dianggap mulai menyusut?
Bagaimana mungkin terdapat es di planet merkurius yang letaknya terdekat dengan Matahari dengan kala revolusi 88 hari dalam sistem tata surya bima sakti? Padahal suhu di planet ini mencapai lebih dari 800 derajat fahrenheit (425 derajat celcius), sangat mengherankan jika didalamnya terdapat es. Namun kenyataannya itulah yang terefleksi dalam radar.
Selain itu dari hasil analisa radar yang ditangkap di bumi menemukan simpanan air yang membeku yang mungkin tersembunyi di kedalaman kawah kutub merkurius dan belum pernah terkena paparan sinar matahari. Air ini mungkin datangnya dari planet ini sendiri atau dari efek meteor.
Direktur Divis Ilmu Planetarium NASA, James Green menyatakan The Messenger memulai misi penyelidikannya ke ruang angkasa untuk merekam gambar semua planet, dan terbang mengitari merkurius pada 14 Januari 2008 kemarin. "Dengan The Messenger banyak rahasia merkurius kini akan mulai terkuak," katanya.
Menurut dia, The Messenger akan mulai mencari hidrogen pada lantai bayangan kawah kutub. Jika hal ini bisa ditemukan berarti Messenger telah menemukan es di tengah planet bersuhu panas tersebut. Memang kenyataannya masih lebih dari setengah rahasia merkurius hingga saat ini masih belum terungkap. Dalam kemisteriusannya, planet dengan tingkat kecerahan antara minus 2 hingga 5,5 dalam magnitudo ini akan mulai terungkap bagaimana terbentuknya dalam sistem tata surya.
Selama ini Merkurius memang tampak, namun tidak mudah terlihat karena sudut pandangnya dengan matahari kecil dengan rentangan paling jauh sebesar 28,3 derajat. Jika mau melihatnya dari bumi, maka Merkurius hanya bisa terlihat pada saat subuh atau maghrib dalam bentuk bintang terang. Tidak begitu banyak yang diketahui tentang Merkurius karena hanya satu pesawat antariksa yang pernah mendekatinya yaitu Mariner 10 pada tahun 1974 sampai 1975. Mariner 10 hanya berhasil memetakan sekitar 40 sampai 45 persen dari permukaan planet kecil ini dengan jarak sekitar 400 Km dari planet ini.
Hal ini berarti lebih dari setengah rahasianya belum diketahui oleh manusia di bumi. Sejak saat itu tidak ada lagi misi penjelajahan ke Merkuriius hingga akhirnya 2008 ini, The Messenger melakukannya.
"Kita tidak dapat berbangga hati dulu, tentang apa sisi lain dari planet merkurius. Sejauh ini setiap bagian dari sistem tata surya kita tampak begitu berbeda dibandingan dari setiap sisi lainnya," kata Direktut Multiple Mirror Telescope (MMT) Observatory pada Mt Hopkins Arizona, Faith Vilas.
Dugaan selanjutnya, bahwa planet merkurius bisa saja menyusut seiring dengan bagian tengahnya yang perlahan membeku. Gambar dari pesawat Mariner 10 menunjukkan bahwa permukaan planet ini melengkung dari dalam. Hasilnya jurang terjal yang lebar mungkin lebih dari satu mil dan ratusan mil mulai mengerogoti merkurius. The Messenger akan mencari berbagai macam bukti seperti gumpalan bagian dari merkurius, yang merupakan sisi paling tersembunyi di dunia. Selain itu juga mempelajari inti metal dengan menganalisanya.
Gunung berapi? Bisakah sekumpulan asteroida tampak seperti gunung berapi di kedalaman merkurius yang tersembunyi dari sinar matahari. The Messenger memiliki peluang untuk mengintai lebih jauh sebagaimana dia bisa mendekati merkurius. Meskipun kesempatan itu memang terbatas. Untuk menjaga agar The Messenger tidak terbakar oleh sinar matahari, maka Messenger akan menyembunyikan dirinya sendiri dibalik penghalang sinar matahari sepanjang waktu. "Meski begitu para ilmuwan bisa menggunakan Messenger untuk untuk memburu petunjuk yang mengarah pada keberadaan populasi gunung berapi modern," Kata Investigator Utama Misi Messenger Sean Solomon.
Merkurius memiliki kerenggangan atmosfere yang sama sekali tidak stabil, dengan gas yang secara rutin keluar dari garivatasi planet yang lemah. Bagaimana cara atmosfer merkurius secara konstan mengisi kembali hingga saat ini masih belum diketahui dengan jelas.
Para peneliti menduga hidrogen dan helium dalam atmosfer merkurius secara berkesinambungan terbawa oleh angin matahari, dengan serbuan partikel aliran supersonik dari matahari. Gas-gas lainnya bisa jadi telah menguap dari permukaan merkurius merembes dari dalam planet ini atau terbawa oleh uapan meteor. Faith Vilas menyatakan Messenger akan secara lebih dekat mempelajari atmosfer planet ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih tepat.
Rahasia mengenai kekuatan magnit Merkurius juga akan mulai diungkap. Hasil rekam pesawat Mariner 10 secara mengejutkan telah menunjukkan lapangan medan magnit dari Merkurius. Secara teoritis umumnya planet memang memiliki medan magnet hanya jika mereka berputar dengan cepat dan memiliki inti cair. Namun Merkurius butuh waktu 59 hari untuk berotasi dan itu sangat lamban untuk ukuran planet sepertiga dari ukuran bumi, sehingga inti cairnya sudah membeku dalam waktu yang sangat lama. Untuk memecahkan misteri ini Messenger akan menyelidiki medan magnet Merkurius. Ada beberapa pemikiran bahwa medan magnet tersebut sudah tidak aktif, namun tahun lalu, para ilmuwan menemukan bahwa Merkuri tampak terdapat cairan. Sehingga diasumsikan bahwa medan magnet Merkurius masih aktif.
Merkurius memang planet yang luar biasa padat. Penelitian selama ini menunjukkan bahwa diestimasikan kandungan inti besi planet ini sekitar dua hingga tiga kali masa planet lain. Yakni dua kali dibandingkan bumi, Venus, atau Mars. Disisi lain, inti Merkurius mungkin mencapai tiga perempat dari diameter dunia. Salah satu teori yang menjelaskan bahwa keganjilan dari kepadatan merkurius terbentuk miliaran tahun yang lalu telah mengupas permukaan Merkurius yang asli. Faith Vilas menjelaskan bahwa hal itu yang membuat posisi merkurius berada dekat matahari saat ini. Teori lainnya menyatakan secara sederhana Merkurius memang sudah terbentuk seperti yang saat ini tampak.
Untuk menguji mana teori yang paling mungkin, Messenger akan leluasa merekam geologi Merkurius. Sean Solomon menyatakan, ini merupakan upaya untuk memahami bagaimana awal mula Merkurius terbentuk dan seberapa besar peran semua planet. Messenger ini memang akan melakukan misinya menjelajahi tata surya selama tujuh tahun hingga Maret 2011 mendatang. Minggu ini dengan jarak 53 juta Km dari matahari dengan kecapatan 8000 Km per jam.
"Periode orbit dari Messenger di sekitar matahari akan selama 11 hari, yang kemudian diteruskan menjelajahi merkurius," kata seorang Insinyur Sistem Misi ini dari Universitas John Hopkins, Eric Finnegan.
(Kemas Irawan Nurrachman)
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari