JAKARTA - Cecep Solihin (25), melaporkan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta ke Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat. Alasannya, STNK, SIM, dan mobil Mitsubishi B 9940 IL diambil paksa petugas Dishub hanya karena uji kelayakan jalan atau masa berlaku KIR-nya sudah habis.
"Dia juga meminta kunci mobil dengan cara paksa tanpa tanda bukti atau petunjuk kemana saya mengambilnya," terang Cecep di Mapolsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2008).
Parahnya lagi, Cecep yang juga warga Jalan Talip III Dalam RT007/005, Taman Sari, Jakarta Barat itu sempat diajak muter-muter dan akhirnya "dibuang" di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
Menurut dia, kasus itu bermula ketika dia bersama istri dan anaknya mau pindah kontrakannya ke kawasan Sunter, Jakarta Utara dengan menggunakan mobil tersebut. Mobil boks itu berisi pakaian, perlengkapan masak, dan sebagainya. "Sewaktu berangkat, saya memang sadar kalau KIR-nya sudah habis tapi karena kepepet saya nekat membawanya," katanya.
Â
Sesampainya di lampu merah Pasar Baru, tiba-tiba mobilnya diberhentikan seorang petugas Dishub, salah seorang diantaranya bernama Fajar. Karena petugas itu sudah mengetahui KIR mobilnya sudah habis, mereka lalu meminta surat-surat kendaraan seperti STNK, SIM, dan surat KIR.
Â
Setelah diambil, Cecep beserta Istri dan anaknya diajak muter-muter selama beberapa menit. Mereka kemudian diturunkan di wilayah Cilincing Jakarta Utara. Tidak hanya itu, mereka disuruh pulang dengan menggunakan taksi.
Sebelum diturunkan, salah seorang dari mereka lalu memberikan nomor ponsel untuk menghubunginya jika mobil tersebut ingin diambil. Namun saat hubungi nomor tersebut bukan nomor petugas itu tapi milik orang lain. "Setelah saya cari kemana-mana, ternyata mobil tersebut ada di kawasan Tanah Merdeka, Jakarta Utara," kesalnya.
Â
Kapolsek Sawah Besar Kompol Umar S Patana mengatakan, kasus tersebut bisa disimpulkan penyalahgunaan wewenang. Sebab, dalam penyitaan dan penilangan itu tidak dilengkapi berita penyerahan dari petugas Dishub. "Beberapa orang saksi terutama korban sudah kami pemeriksa. Sedangkan kasusnya masih kita selidiki secara internsif," terangnya.
(Ismoko Widjaja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.