Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pembobol Gudang Senjata Mulai Terungkap

Izaac Tulalessy , Jurnalis-Selasa, 12 Februari 2008 |01:03 WIB
Pembobol Gudang Senjata Mulai Terungkap
A
A
A

AMBON - Personil Batalyon Infanteri (Yonif) 731/Kabaresi yang membobol gudang senjata satuannya tersebut guna dipergunakan saat penyerangan ke Markas Polres Maluku Tengah (Malteng), Sabtu (2/2) lalu, kini mulai terungkap.

†Sebetulnya proses pemeriksaan terkait pembobolan gudang senjata sudah mengarah menjadi tersangka namun saya sudah katakan untuk menjadi tersangka harus mempunyai bukti yang kuat, saksi yang ada karena kita berbicara tentang hukum,� jelas Pangdam XVI Pattimura, Mayjen (TNI) Rasyid Quernuen Aquari kepada wartawan di Ambon, Senin (11/2/2008).

Dijelaskan, untuk mengambil persenjataan yang berada dalam gudang harus melalui berbagai prosedur. Selain itu, pintu gudang senjata itu terdiri dari dua lapisan sehingga jika akan diambil maka ada kesulitan tersendiri.

†Senjata itu kan di gudang, dengan prosedur dua lapis pintu. Pertama sudah dikunci, pintu kedua besi itu juga sudah dikunci dan kunci di luar ada dua, di dalam satu. Jadi jika dia berhasil mengambil senjata tersebut, itu berarti dia membobol gudang itu dengan paksa,� jelasnya.

Pangdam juga mengaku, sampai dengan saat ini Prada Eko yang diduga sebagai pemicu penyerangan belum juga kembali ke kesatuan. Padahal pihaknya telah melakukan pencarian sampai ke tempat orang tuanya.

†Sampai sekarang belum ditemukan. Saya tidak mengatakan itu dan ini. Tetap ini dalam proses pencarian kita. Mudah-mudahan masih hidup dan bisa kembali ke kesatuannya. Kita sudah hubungi semuanya termasuk Kodim Sukoharjo, yang merupakan kampong halamannya, supaya ikut mencari siapa tahu ada di keluarganya. Namun pacar Prada Eko yang bernama Linda telah diperiksa untuk dimintai keterangan,� katanya.

Sebagaimana diketahui, insiden penyerangan yang dilakukan personil Yonif 731/Kabaresi ke Mapolres Malteng, dipicu masalah asmara antara kakak beradik perempuan yang masing-masing menjalin kasih dengan anggota Yonif 731/Kabaresi Prada Eko dan anggota Polres Maluku Tengah, Bripda Muhamad Rumata.

Versi  pertama menyebutkan Bripda Rumata, tidak menerima baik ketika kembali dari tugas menemukan Eko dan pacarnya bermesraan di kamar kos sang polisi.

Akibat peristiwa itu, terjadi perkelahian antara si polisi dan tentara, namun kasus itu kemudian sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi entah, kenapa sejak terjadi perkelahian itu, Eko selama beberapa hari tidak kembali ke Markasnya Yonif 731/Kabaresi, dan menghilang entah kemana.

Teman-teman Eko menduga, dia disekap di Markas Polisi, dan mereka kemudian memberikan ultimatum kepada polisi untuk segera mencari/mengembalikan Eko dalam bentuk hidup atau mati. Akibat Eko belum kembali ke markasnya, akhirnya terjadi penyerangan ke Markas Polisi yang menyebabkan sejumlah fasilitas polisi hancur dan terbakar.

Sedangkan versi lain menyebutkan Rumata anggota Polres Maluku Tengah itu sebenarnya hanya membela kehormatan keluarganya, sebab pacar Eko adalah adik iparnya sendiri, karena dia sudah menikah dengan sang kakak beberapa waktu yang  lalu. Akibat mereka menggunakan kamar keluarganya itu, sang polisi marah.

Ada versi lain yang juga menyebutkan, keributan tersebut terjadi saat sang adik bersama pacarnya ingin menggunakan kamar sang kakak yang juga tengah bersama pacarnya yang anggota Polres Malteng. Karena ditolak oleh pacar kakaknya yang berpangkat lebih tinggi, sang adik dan pacarnya pergi.

Namun, sejak tanggal 30 Januari pacar adiknya yang anggota Yonif 731/Kabaresi tidak pernah pulang. Karena itu, sang adik melaporkan ke Yonif 731/Kabaresi dan muncullah insiden bentrokan itu.

(Ahmad Dani)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement