TEGAL - Ribuan umat Islam melakukan pawai Rolasan keliling Kota Tegal dengan berjalan kaki. Acara itu diadakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan itu diikuti 89 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Rabu (19/3/2008), Massa memadati jalan-jalan protokol yang dilalui peserta pawai.
Para peserta pawai itu antara lain, murid taman kanak-kanak (TK), siswa sekolah dasar (SD) dan jamiyah pengajian. Mereka berpakaian muslim dan adat. Mereka menyerukan agar umat Islam di Indonesia mencontoh pribadi Nabi Muhammad. Meskipun sempat diguyur hujan deras, namun tidak menyurutkan niat masyarakat Kota Tegal untuk menyaksikan arak-arakan pawai.
Sekretaris Umum Pawai Rolasan Dedeng Jaelani mengatakan, kegiatan tersebut diadakan selain untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, juga syiar Islam. Menurut dia, pawai rolasan sudah diadakan sejak 1970 silam yang dicetuskan almarhum KH Mukhlas. Namun, lanjut dia, kegiatan itu vakum selama hampir 30 tahun sejak berkuasanya Orde Baru.
"Selama masa Orde Baru, kegiatan pawai dilarang dengan alasan keamanan. Dan setelah era reformasi, kegiatan ini berjalan lagi seiring dibukanya kran kebebasan," kata Dedeng.
Dia menjelaskan, pawai Rolasan ini dulunya dikenal pawai oncor (obor). Karena waktu itu, semua peserta membawa oncor. Namun seiring berkembangnya jaman pawai oncor diubah menjadi pawai Rolasan.
Diharapkan dengan kegiatan ini, lanjut dia, ukhuwwah islamiyah semakin terjalin dan dapat membangun kebersamaan antarumat beragama. "Kegiatan ini juga menjadi agenda tahunan Kota Tegal sekaligus sebagai ikon warga Tegal," tandasnya.
(Ismoko Widjaja)