Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menkes Akui Program Jamkesmas Lambat

Sumarno , Jurnalis-Senin, 24 Maret 2008 |15:03 WIB
Menkes Akui Program Jamkesmas Lambat
A
A
A

SOLO - Sosialisasi program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang diluncurkan Departemen Kesehatan (Depkes) sebagai pengganti Askeskin cukup lambat. Terbukti, dari sekitar 860 rumah sakit (RS) yang ada, baru sekitar 500 RS yang menyerahkan nomor rekening untuk keperluan klaim.

"Saya tidak tahu kok baru segitu yang setor rekening. Kalau cepat selesai, pencairan dana Jamkesmas juga bisa lebih cepat," ujar Menkes Siti Fadilah Supari usai bedah buku Saatnya Dunia Berubah. Tangan Tuhan Dibalik Virus Flu Burung, di Fakultas Kedokteran UNS, Solo, Jawa Tengah, Senin (24/3/2008).

Menkes menjelaskan, program Jamkesmas hanya nama lain dari Askeskin. Baik Askeskin maupun Jamkesmas merupakan program Depkes, dan hanya ganti nama saja. Bedanya terletak pada sistem pengelolaan keuangan.

Menurut dia, jika dana Askeskin dikelola PT Askes sehingga klaim dari RS ditujukan pada PT Askes, sedangkan Jamkesmas dana dikelola kas negara dan disetorkan langsung ke rekening pemberi pelayanan, yakni RS.

"Bedanya pada manajemen keuangan," tegasnya.

Diharapkan, dengan program Jamkesmas ini dapat memotong birokrasi pencairan dana klaim pelayanan untuk warga miskin. Untuk keperluan pencairan klaim itu, Depkes akan membentuk verifikator independen.

Saat ini, dari sekitar 860 RS yang ada, baru sekitar 500 RS yang menyetorkan nomor rekening ke Depkes.

Kenapa cukup lambat, dia meminta untuk bertanya kepada Dinas Kesehatan masing-masing daerah.

Dengan sistem pengelolaan keuangan seperti itu, tambahnya, uang untuk pengobatan warga miskin tidak mudah dikorupsi. Pasalnya, uang dikelola langsung dalam kas negara dan pengelolaannya lebih transparan.

(Nurfajri Budi Nugroho)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement