Share

Siaga Hadapi FPI, Santri Habib Saggaf Dibekali Doa Antipeluru

M Budi Santosa, Okezone · Selasa 03 Juni 2008 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2008 06 03 1 115282 hF0nF2Ajzj.jpg

BOGOR - Ribuan santri Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung Bogor Jawa Barat, yang diasuh Habib Saggaf Al-Mahdi Syekh Abubakar bersiap menghadapi FPI. Bahkan ribuan santri telah dibekali doa antipeluru.

Berdasarkan informasi yang dihimpun okezone, Selasa (3/6/2008), ribuan santri yang tergabung ke dalam Pasukan Khusus Al-Ashriyyah (Paskhas) tersebut selain dibekali doa antipeluru (kekebalan) juga diminta untuk membuat senjata yang terdiri dari pentungan kayu dan alat-alat bela diri lainnya untuk menghadapi serangan FPI.

"Kalian pada hari ini saya kumpulkan karena negara sedang dalam ancaman. Kalian dilarang mengikuti tindakan FPI yang dipimpin oleh provokator Habib Rizieq Shihab, yang telah mengadu-domba anak bangsa sendiri itu," tandas Habib dengan berapi-api dan disambut Allahu Akbar oleh ribuan santri itu.

Kata Habib Saggaf, karena keberadaan FPI bangsa ini memukuli dan menganiaya anak bangsa sendiri. Sehingga tidak ada kedamaian dan tidak pula ada toleransi, yang ada adalah permusuhan dan pertumpahan darah. "Jadi, FPI ini organisasi bejat, merusak citra Islam dan merusak kebhinnekaan. Bahkan mereka itu merampas dan merampok hak orang lain. Sementara yang namanya Habib itu tidak ada yang bejat dan tidak mengikuti ketauladanan Nabi Muhammad Saw," tutur Habib asal Dompu, NTB itu yakin.

Oleh sebab itu lanjut Habib Saggaf, jika pemerintah tidak sanggup membubarkan FPI, maka ribuan santri bersama GP Ansor akan siap membubarkan FPI. Itu penting, kata dia, karena bangsa ini memiliki moral, toleransi, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan berperikemanusiaan.

"FPI itu hanya berkedok jubah dan sorban, tapi kelakuannya anarkis. Karena itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), TNI dan Kapolri harus segera membubarkan FPI," pungkasnya.

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini