Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

50 Senjata Zaman Kompeni Ditemukan di Tulungagung

Solichan Arif , Jurnalis-Selasa, 16 September 2008 |19:21 WIB
50 Senjata Zaman Kompeni Ditemukan di Tulungagung
A
A
A

TULUNGAGUNG - Puluhan senjata api (senpi) laras panjang yang diduga pernah digunakan dalam pertempuran zaman kolonial Belanda dan perang dunia II ditemukan di lokasi galian pembangunan gedung sekolah SMPN 01 Kota Tulungagung.

Senpi yang juga dikenal dengan sebutan bedil tumbuk ini sudah rusak parah. Seluruh permukaan logam senjata-senjata itu penuh karat bercampur tanah liat. Bahkan sebagian besar popor kayu senjata-senjata itu sudah patah. Namun kendati demikian kepolisian Kota Tulungagung menutup lokasi penemuan dengan memasang police line di lokasi (TKP).

Polisi khawatir tidak hanya senpi yang ditemukan, tapi juga amunisi aktif. Ini mengingat gedung SMPN 01 Tulungagung dulunya sebuah loji (rumah Belanda) dan penjara. "Senpi ini diperkirakan ada pada jaman Belanda dan perang Dunia II. Sementara waktu kita putuskan menutup lokasi. Karena kita khawatir tidak hanya senpi tapi juga amunisi, mengingat infonya lokasi ini dulunya penjara Belanda," ujar Kapolsek Kota Tulungagung AKP Subagyo, Selasa (16/9/2008).

Senjata peninggalan jaman Belanda itu ditemukan seorang kuli bangunan bernama Tumiran (52) ketika tengah mengerjakan penggalian untuk membangun pondasi gedung Sekolah. Rencananya di lokasi penemuan itu akan dibangun ruang kelas dua lantai.

"Setelah saya cek ternyata menyerupai senjata kuno yang bercampur tanah liat dan berkarat. Ketika kami menggali lebih dalam, jumlahnya ternyata banyak. Karena takut, kami kemudian lapor pihak sekolah dan selanjutnya dilaporkan ke kepolisian, "terang Tumiran.

Setelah dicek, benda-benda penuh karat itu memang sebuah senpi yang bagian ujungnya biasanya terpasang pisau bayonet. Total keseluruhan senpi Belanda ini sebanyak 50 buah.

Diperkirakan jumlah yang terpendam lebih banyak lagi. Namun karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, penggalian dihentikan.

Berdasarkan arsip sekolah, SMPN 01 berdiri sekitar tahun 1946. Sebelum menjadi lokasi pendidikan, SMPN 01 adalah loji rumah tahanan Belanda.

Menurut keterangan Kepala Sekolah SMPN 01 Tulungagung Bambang PS, penemuan benda yang terkait dengan jaman kemerdekaan ini bukan pertama kalinya.

"Sebelumnya saat pembangunan gedung laboratorium, kuli bangunan juga menemukan bunker atau semacam ruang bawah tanah. Selain itu juga kerangka manusia. Dulunya sekolah ini adalah loji dan tempat tahanan, " ujarnya.

Penemuan itu, menurut Bambang tidak akan mempengaruhi proses pembangunan gedung sekolah dua lantai tersebut. Hanya , pihak sekolah meminta para pekerja untuk berhati-hati dan segera melapor jika menemukan benda-benda yang sekiranya aneh.

"Pembangunan jalan terus. Hanya khusus untuk lokasi penemuan akan kami tutup," pungkasnya.

Seperti diketahui seluruh senjata kuno itu dievakuasi ke Mapolres Tulungagung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement