Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PJTKI Nuraini Belum Beri Keterangan

Amirul Hasan , Jurnalis-Selasa, 16 Juni 2009 |17:41 WIB
PJTKI Nuraini Belum Beri Keterangan
A
A
A

JAKARTA - Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang mengirim Nuraini belum bisa memberikan keterangan mengenai kondisi yang dialami Nuraini pascakembali dari Riyadh, Arab Saudi.

Bangunan besar di atas tanah luas yang berada di Jalan MAN 6 RT 08/04 Kramat Jati, Jakarta Timur ini terlihat ramai. Namun, tidak sembarang orang bisa masuk ke dalamnya.

Saat okezone mendatangi rumah tersebut, sekuriti yang menolak menyebut namanya tersebut mengatakan manajemen PT Jasebu Prima Internusa ini sudah tidak lagi berada di tempat selepas pukul 16.00 WIB. "Tidak ada pengurus, mereka sudah pulang," ujarnya saat ditemui di pos Satpam pintu Gerbang PT Jasebu Prima Internusa, Selasa (16/6/2009).

Bangunan yang berdiri di sebelah Madrasah Aliyah Negeri 6 Kampung Rambutan ini terlihat banyak aktivitas, termasuk beberapa orang laki-laki yang disebut sebagai sponsor atau petugas lapangan yang mencari calon tenaga kerja di daerah-daerah, juga beberapa TKW yang sedang menjalani masa pelatihan di tempat penampungan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.

"Di sini ada BLK juga, sekalian tempat penampungan," tukas sekuriti tersebut sambil menunjuk bangunan dua tingkat bercat coklat yang tertutup pohon-pohon besar.

Sayangnya, pihak keamanan tidak mengizinkan untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Saat disinggung ada tidak kasus kekerasan yang menimpa TKW dari PT JPI, sekuriti itu mengatakan tidak ada.

"Kalaupun ada dulu-dulu, oleh perusahaan cepat diselesaikan," tuturnya.

Dia menyebutkan, nama pemilik PJTKI tersebut adalah Bu Haji Nurasiah. Namun perempuan asal Cianjur tersebut disebut tidak pernah datang ke kantor itu. "Bu Haji nggak pernah ke sini. Dia tinggal di apartemen," ungkapnya.

Saat okezone meminta nama petugas sekuriti tersebut, dia menolaknya. "Besok saja. Besok ada petugas keamanan yang baru. Tanya dia saja. Kalau mau ketemu sama pengurus, datang saja pukul 08.00 WIB. Kantor buka sampai pukul 16.00 WIB," pungkasnya.

Sebelumnya, Nuraini binti Aep, TKW asal Cianjur mengaku kerap mendapat siksaan majikannya di Riyadh, Arab Saudi lantaran anak majikannya menangis dan masakannya tidak enak.

Wanita asal Kampung Mekar Bakti, RT02/RW07, Desa Pangadegan, Kecamatan Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat, telah bekerja di Riyadh selama 17 bulan dan kerap disiksa. Karena itu, Nuraini pun nekat kabur dari Riyadh dan tiba di kampung halamannya pada Senin 15 Juni kemarin, sekira pukul 10.00 WIB.

(Novi Muharrami)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement