JAKARTA - Dua ledakan bom di hotel JW Marriot dan Rich Carlton pada 17 Juli lalu, akan berdampak pada antusiasme turis manca negara untuk berkunjung, dan kaburnya investor asing yang akan berinvestasi di Indonesia.
"Ini (dampak) yang sedang kita pikirkan. Kejadian ini memalukan dan merugikan kita, turis jadi enggan ke Indonesia," ujar Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Anwar Nasution di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) Kuningan, Jakarta, Minggu (19/7/2009).
Kedatangan tamu asing itu, kata dia, semua pihak banyak yang diuntungkan.
Misalnya taksi, hotel dan industri kerajinan dalam negeri.
"Jadi bagaimana mau menciptakan lapangan pekerjaan kalau begini caranya, ini kan memalukan bagi negara," imbuhnya.
Kedatangan Anwar di RS MMC ini dalam rangka mengunjungi salah satu anggota BPK yang menjadi korban ledakan bom Hotel JW Marriot dan Rich Carlton, I Gusti Agung Ray.
Anwar bercerita Gusti Agung saat itu sedang sarapan pagi di Hotel JW Marriot. Ketika itu Gusti Agung merupakan panitia konferensi BPK yang dihadiri BPK dari 15 negara. "Waktu itu BPK sedang membahas masalah money laundring dan korupsi," tambahnya.
Anwar bersyukur nyawa Gusti Agung terselamatkan dan para delegasi BPK dari 15 negara tidak menjadi korban juga. "Syukur Alhamdulillah tidak ada yang celaka, kalau ada kan memalukan," tandasnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.