Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wah Ada Curug dalam Gentong di Depok

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Minggu, 26 Juli 2009 |08:01 WIB
Wah Ada Curug dalam Gentong di Depok
Foto: Marieska
A
A
A

DEPOK - Bagi Anda yang akan berwisata ke Depok, ada satu pilihan oleh-oleh yang dapat dibawa dan merupakan asli buatan tangan sepasang suami istri di Komplek Samudra, Jalan Sersan Aning, A5 I RT01/06, J Depok, Pancoranmas, Depok.

Rita Apriyanti dan Rery Enrico membuat kerajinan khas Depok, yaitu curug gentong yang berarti miniatur air terjun di dalam gentong.

Curug gentong (CG) yang dibuat pasangan tersebut memiliki keindahan tersendiri. Dengan sentuhan seni yang tinggin air terjun dipadu dengan nuansa alam pedesaan serta rumah tradisional Sunda itu seolah-olah terlihat nyata.

Keindahan curug dengan nuansa alam pedesaan itu juga ditampilkan ke dalam guci yang dilubangi dan juga disajikan di pot kembang terbuka, baik itu yang berukuran besar maupun kecil. Untuk harga buah tangan tersebut antara Rp200,000 hingga Rp800,000. Sedangkan untuk pesanan yang berukuran besar harganya bisa mencapai Rp1,8 juta.

Hebatnya, hasil karya seni itu pun menarik perhatian warga Singapura, Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang. Demi mendapatkan karya seni khas warga Depok itu, mereka rela jauh-jauh datang ke Depok.

"Warga negara itu sendiri yang datang ke sini untuk membeli curug gentong. Kami belum memasarkan secara banyak ke luar negeri," kata putri ketiga Rita, Aditya Istiarahma di Depok, Minggu (26/7/2009).

Sementara itu, Rita mengatakan, ia belum berani memasarkan curug gentong secara besar ke dunia internasional karena membutuhkan persiapan yang matang baik itu sumber daya manusia dan permodalannya.

Namun sejauh ini, untuk pemasaran secara nasional sudah mencapai seluruh provinsi di Indonesia. Pengiriman curug gentong itu melalui ekspedisi yang dipercaya Rita dan ongkos pengiriman ditanggung pembeli.  Produksi curug gentong setiap harinya, lanjut Rita, dapat mencapai tiga sampai empat gentong. "Namun untuk selesai sampai penyelesaian akhir membutuhkan waktu hingga tiga sampai empat hari.  
Setiap hari produksi gentong," katanya.

Menurut Rita, material yang digunakannya merupakan bahan daur ulang. Untuk gentong dibelinya di kawasan Depok. Meski, Curug gentong banyak diproduksi oleh perajin lain di wilayah Jabodetabek, namun Rita mengklaim, dibanding dengan curug gentong lain, buatannya memiliki kualitas jauh lebih baik.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok pun memfasilitasi Rita untuk ikut serta dalam berbagai ajang pameran, termasuk Batam Expo pada 2007. Terakhir kali tampil dalam Jakarta Fair 2008.

Karena  itu, bagi Anda yang singgah di Depok, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh asli Depok, yaitu curug gentong.

(Dadan Muhammad Ramdan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement