CIREBON - Ratusan Jamaah Pengajian Akar Jati Cirebon, gelar doa bersama dan tahlilan almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Masjid Assyuhada Desa Cipeujeh Wetan, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Cirebon.
Setelah mendengar informasi wafatnya Gus Dur di sejumlah media elektronik, pimpinan jamaah Pengajian Akar Jati, KH Maman Imanul Haq, yang juga sebagai Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) langsung menginformasikan kepada ratusan jamaahnya dan menggelar doa bersama serta tahlilian yang di akhiri dengan pembacaan surat Yasin.
Doa bersama dan tahlilan diikuti sekitar 500 jamaah pengajian Akar Jati yang secara spontan mendatangi Masjid Asyhuda. Almarhum Gus Dur dalam pengajian Akar Jati ini merupakan pembina sekaligus pengggas pembentukan kelompok pengajian ini.
Jamaah Akar Jati yang berdatangan dari berbagai daearah di wilayah Cirebon masih melakukan tahlilan dan pembacaan surat Yasin yang dipimpin langsung pengasuh jamaah pengajian Akar Jati KH Maman Imanul Haq.
Isak tangis jamaah Akar Jati pecah saat KH Maman memaparkan secara singkat kisah perjuangan mendiang Gus Dur semasa hidup. KH Maman pun, tidak kuasa menceritakan pengalaman bersama mantan Presiden RI ke 4 ini hingga meneteskan air mata saat menceritakan pengalaman dirinya dengan Gus Dur.
"Beberapa hari lalu, saya sempat bertemu dengan beliau. Saat itu Gus Dur sempat mengisyaratkan kepada saya bahwa dalam waktu dekat ini akan ada satu tokoh nasional yang sering sakit-sakitan bakal meninggal. Dia menceritakan hal itu saat berada di kantor PB NU di Jakarta," papar Maman.
Saat Gus Dur menyampaikan bakal adanya tokoh nasional yang meninggal, Maman tidak menaruh curiga bahwa hal itu bakal terjadi pada Gus Dur. Namun, setelah Gus Dur meninggal pada malam tadi dia mulai tersadar jika pernyataan yang disampaikan Gus Dur tersebut merupakan salah satu isyarat.
Lebih lanjut Maman mengaku, pertemuan terakhir dirinya dengan Gus Dur pada 27 Desember lalu di Jakarta. Saat itu dia sempat menanyakan kondisi kesehatan Gus Dur. Dia hanya mejawab, "Saya bakal sembuh kok. Subhanaulllah Gus Dur memang memiliki semangat hidup yang luar biasa," paparnya.
Dalam kesempatan itu Maman mengaku, pada pertemuan terakhirnya, Gus Dur sempat bercerita tentang kasus yang saat ini ramai dibicarakan yakni Century. Dalam kesempatan itu, Gus Dur sempat menyinggung jika kasus skandal Century hanya bisa diselesaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Dia hanya mengatakan, jika kasus Century hanya dapat di selesaikan oleh SBY sendiri. Hingga saat ini, saya belum bisa menangkap pesan yang disampaikan Gus Dur itu," tegas Maman.
Menurut Maman, banyak pesan dan cara pandang Gus Dur yang mesti di teladani. Dia menganggap Gus Dur merupakan sosok yang bisa masuk kepada berbagai komponen masyarakat.
Sementara itu, di beberapa pondok pesantren di Cirebon seperti, Ponpes Kempek, Buntet Pesantre, para santri di tempat itu mayoritas melakukan doa bersama dan salat jenazah. Hanya saja, pelaksanaan doa bersama hanya diikuti oleh santri yang masih ada di pondok. Pasalnya, sebagian besar santri saat ini masih libur.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.