Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Desak Kenaikan Gaji, Guru Gelar Aksi Mogok Makan

Kastolani , Jurnalis-Sabtu, 16 Januari 2010 |02:15 WIB
Desak Kenaikan Gaji, Guru Gelar Aksi Mogok Makan
A
A
A

TEGAL - Aksi unjuk rasa menuntut kenaikan gaji sebesar Rp250.000 per bulan yang dilakukan para guru swasta di tegal, Jawa Tengah, semakin nekat.
 
Setelah kompak mogok mengajar pada Kamis 14 Januari 2010, kini mereka sepakat melakukan aksi mogok makan. Aksi yang diikuti 20 orang ini dilakukan karena tuntutan mereka tak kunjung ditanggapi Pemkab Tegal dan DPRD setempat.
 
Ketua Forum Guru Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal Fatah Yasin mengatakan, aksi mogok makan ini merupakan alternatif terakhir yang ditempuh guru swasta hingga tuntutan kenaikan gaji dipenuhi.
 
"Ada 20 orang yang sudah siap mogok makan. Aksi ini efektif dilakukan mulai besok," katanya, Jumat (15/01/2010).
 
Menurut dia, sesuai hasil pembahasan panitia Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemkab Tegal, besaran dana yang akan diberikan kepada guru swasta masih tetap, yakni sebesar Rp5 miliar. Alokasi itu tidak sesuai dengan aspirasi guru swasta yang menuntut penambahan dana tunjangan dari APBD II sebesar Rp8,3 miliar.
 
"Kita tetap menolak alokasi dana yang akan diberikan pemkab. Nominal yang akan diberikan itu tidak naik, malah justru turun dari alokasi 2008 sebesar Rp8,2 miliar," tandasnya.
 
Aksi ribuan guru swasta tersebut ternyata memantik perhatian sejumlah aktivis pendidikan Indonesia, seperti Ketua Koalisi Pendidikan Bambang Wisudo, Hendro dari Serikat Guru Tangerang, dan Kepala Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan.
 
Mereka sengaja datang untuk menemui dan memberikan dukungan terhadap perjuangan guru swasta. Menurut Bambang Wisudo, tuntutan kenaikan tunjangan yang dilakukan guru swasta sangat wajar, apalagi nilai tuntutan tersebut relatif kecil, yakni sebesar Rp250.000.
 
"Honor guru swasta ini jauh di bawah kewajaran, bahkan masih kalah dengan penghasilan tukang becak. Padahal, guru merupakan tulung punggung pendidikan," kata Bambang.
 

(Lamtiur Kristin Natalia Malau)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement