Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Century Picu "Goro-Goro Sosial"

Rohmat , Jurnalis-Selasa, 09 Maret 2010 |10:25 WIB
Kasus Century Picu
Permadi.(foto:dok SI)
A
A
A

TABANAN - Paranormal dan mantan elite PDIP Permadi memprediksikan kasus Century yang kini terus bergulir dapat melahirkan goro-goro sosial sebagai akibat kian menajamnya konflik pemerintah dan DPR.
 
"Akan muncul goro-goro sosial," kata Permadi saat mengunjungi kediaman calon bupati Tabanan yang diusung Partai Golkar Wayan Sukaja dan kediamannya Banjar Dajan Puri, Kecamatan Marga, Tabanan.
 
Dikatakan Permadi, ia terus mengikuti perkembangan kasus Century termasuk hasil rekomendasi DPR terkait kasus tersebut yang hendaknya dijadikan perhatian serius semua pihak terlebih pemerintah.
 
Menurut Permadi yang kini menjadi politisi Partai Gerindra, kasus Century sebenarnya menggambarkan konflik antara Presiden SBY dan wakil rakyat. "Kita lihat sekarang ini konflik SBY dan DPR mencapai puncaknya terlihat dalam kasus Century," tandasnya Senin malam (8/3/2010).
 
Permadi yang langsung bertolak ke rumah politisi senior PDIP Tabanan, I Made Sudana, di banjar Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, berorasi soal kondisi politik tanah air dan perjuangan marheinisme. "Kasus Century kita liHat telah menyengsarakan rakyat, uang triliunan rupiah dirampok dan dibagikan ke kroni-kroni mereka," tandasnya di hadapan seribuan simpatisan dan kader PDIP.
 
Ia mencontohkan kondisi memprihatinkan yang dialami masyarakat Indonesia saat ini salah satunya banyak warganya miskin sehingga harus bekerja ke luar negeri menjadi TKI.
 
"Mereka bekerja di luar negeri seperti di Malayasia, Singapura dan Arab, banyak yang disiksa, kondisi inilah yang harus dialami warga Indonesia di luar negeri," kata dia.
 
Untuk itu ujar Permadi, kasus Century harus dituntaskan sehingga memberi rasa keadilan masyarakat dan memulihkan kepercayaan publik kepada pemerintah. Iapun mengingatkan dalam kondisi seperti ini para elite agar kembali pada ajaran-ajaran Bung Karno yakni Marheinisme yang berpihak pada rakyat.
 
"Ajaran marhenisme tetap relevan sampai sekarang, untuk itu harus dibangkitkan kembali untuk memperbaiki kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia," tegas dia.
 
Kehadiran Permadi ke Tabanan menarik dicermati mengingat saat ini di daerah tersebut yang dikenal basis PDIP, ketiga cabupnya sama-sama merupakan kader PDIP. Khusus untuk cabup Sukaja, yang sebelumya mendapat rekomendasi DPP PDIP namun belakangan terdepak diganti Ni Made Wiryastuti yang juga anak kandung bupati N Adi Wiryatama. Cabup lainya yakni IGG Putra Wirasana nekat maju lewat Partai Demokrat.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement