SURABAYA – Komnas HAM hari ini mengunjungi Mojokerto. Mereka menerima pengaduan dari aktivis yang menyatakan ada massa terorganisasi yang melakukan tindakan anarki.
Selain itu, Komisioner Komnas HAM Syafrudin Ngulma Simeulue juga menemukan soal pengamanan yang berlebihan korban luka tembak Rendi Kuswandi (30), pemuda asal warga Desa Sawahan, Kecamatan Bangsal.
Rendi yang sekaligus menjadi tersangka ini saat ini sedang terbaring lemah di RSUD Wahidin Sudirohusodo karena luka tembak yang dideritanya.
“Pengamanan polisi terhadap Rendy berlebihan sehingga menganggu pengunjung rumah sakitnya lainnya,” ujar Syafrudin, Rabu (26/5/2010).
Selain itu, Syafrudin juga menyatakan jika biaya pengobatan atas Rendi seharusnya menjadi tanggungan pemerintah. Karena peluru yang menembus dada rendi adalah milik pemerintah. “Pemerintah harusnya ikut tanggungjawab. Itu kan peluru milik pemerintah,” ujarnya.
Saat ini, kata Syafrudin semua biaya pengobatan atas Rendi masih ditanggung oleh pihak keluarga. Setidaknya, sudah sekitar Rp5 juta biaya yang harus dikeluarkan pihak keluarga Rendi untuk biaya pengobatannya.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.