DEPOK- Malang benar nasib Madih (75). Lelaki yang berprofesi sebagai marbot alias pejaga masjid itu hidup merana di sebuah gubug di RT 004/07 Kelurahan Cisalak, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
Selama lima tahun, seolah potret kemiskinan yang sangat nyata harus dijalani oleh Madih dengan tinggal seorang diri di dalam gubug semenjak kedua kakinya lumpuh.
Tak banyak yang Madih bisa lakukan di dalam gubuk berukuran 2 x 3 meter dan terbuat dari bilik bambu. Madih hanya berbaring sepanjang hari, bahkan untuk duduk pun Madih mengaku kesulitan.
Kejadian berawal saat Madih bekerja sebagai marbot di Masjid Al Islah, tak jauh dari rumahnya. Saat tengah mengambil air dan membersihkan lantai, dia terjatuh dan menyebabkan kedua kakinya lumpuh.
Untuk membantunya berpakaian, makan, hingga buang air, Madih dibantu oleh istri tercinta, Emak Min (65) yang tinggal di rumah anak tirinya, Nyai, di depan gubuk Madih. Madih menuturkan, gubuk tersebut dibuat lantaran rumah Nyai terlalu sempit.
“Kalau makan selama setahun pertama saya harus disuapin, karena sakitnya sampai ke punggung, apalagi kalau malam, sangat terasa nyerinya. Saya hanya terbaring lemah selama bertahun-tahun, dan tidak pernah mandi, hanya dibasuh dengan air oleh istri dan anak tiri saya,” tuturnya sambil mengeluarkan air mata, Jumat (28/05/10).
Karena keterbatasan ekonomi, kata Madih, hingga kini pihak keluarga tak mampu membawanya berobat.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.