TASIKMALAYA- Aksi perampokan bersenjata kembali terjadi. Perusahaan pengolahan kayu terbesar di Priangan Timur, PT Bina Kayu Lestari (BKL) di Jalan Raya Rajapolah Km 7 Indihiang, KotaTasikmalaya, Jawa Barat, dirampok kawanan bersenjata.
Perampokan terjadi sekira pukul 02.00 WIB kemarin. Kawanan perampok bersenjata api dan bersenjata tajam tersebut membawa kabur uang tunjangan hari raya (THR) karyawan sebesar Rp1,8 miliar dan perhiasan keluarga pemilik perusahaan senilai ratusan juta rupiah.
Perampok yang diperkirakan berjumlah 25 orang itu tergolong rapi dalam beraksi. Seluruh petugas keamanan dan keluarga pemilik PT BKL yang berada dalam pabrik tidak menyadari para perampok masuk.
Perampok diduga masuk melalui jalan belakang lantaran situasi di sekitar pintu gerbang pabrik ramai dengan jumlah anggota satpam cukup banyak. Setelah masuk ke kawasan pabrik, kawanan perampok itu langsung melumpuhkan sejumlah karyawan yang bekerja lembur dengan senjata api dan golok. Sebagian perampok masuk ke mes pabrik, sebagian lainnya mendatangi pos satpam dan melumpuhkan para petugas keamanan.
Seorang karyawan dan satpam mendapatkan pukulan dan todongan senjata api di kepalanya lantaran hendak melawan. Di mes pabrik, yang biasa digunakan tempat tinggal Presiden Komisaris PT BKL Deny Boy Wijaya, perampok melumpuhkan lima orang yang berada di dalamnya, yakni Direktur Umum PT BKL Dani Mulyana; istri Deny, Magdalena; putri Deny,Erlin; keponakan Deny, Dewi; dan pembantunya, Ratna.
Setelah berhasil menguasai situasi, para perampok selanjutnya mencari barang berharga dan uang dengan mengacak-ngacak seluruh ruangan pabrik serta mes pabrik. Di mes itu perampok menemukan uang tunai Rp1,8 miliar yang hendak dibagikan untuk THR 1.800 karyawan di pabrik tersebut.
Mereka juga mengambil sejumlah perhiasan milik Magdalena. Aksi perampokan berlangsung tidak kurang dari 25 menit. Luasnya pabrik membuat kawanan perampok cukup lama menyekap seluruh penghuni pabrik. Keluar masuknya kawanan perampok ke kawasan pabrik cukup mudah melalui jalan belakang lantaran kurang mendapatkan penjagaan dari petugas keamanan.
“Kami yang berada di bagian depan pabrik tidak bisa berbuat banyak karena tiba-tiba ditodong senjata api dan senjata tajam dari berbagai sisi. Malah saya yang sedikit ada kesempatan hendak melakukan perlawanan langsung dipukuli. Hingga akhirnya diikat bersama dengan petugas yang lain,” kata Lestari yang bertugas jaga di bagian depan pabrik.
Yadin Cahyadin, karyawan PT BKL, mengatakan, jumlah perampok lebih dari 20 orang dan mereka langsung menyekap seluruh karyawan sambil menodongkan golok dan senjata api. Mereka kemudian masuk ke area produksi bahan yang saat itu dipenuhi karyawan. Mereka pun menyekap para karyawan dengan lakban, serta mengikatnya dengan tali sepatu dari setiap pegawai pabrik yang disekap.
“Jadi seluruh karyawan disekap di ruang produksi dengan tangan dan kaki terikat serta mata tertutup,” ungkap Yadin. Salah seorang petugas keamanan yang juga disekap,Danil,menyebutkan, dari ciri-ciri yang terlihat bisa diduga komplotan pelaku merupakan gabungan perampok remaja dan paruh baya.
“Saya sendiri tidak begitu yakin mereka berasal dari mana. Hanya memang gabungan yang terdiri dari remaja dan lelaki paruh baya,” sebut Danil.
Direktur Utama PT BKL Edo Wijaya mengatakan, perampok membawa dua brankas di kamar Deny Boy Wijaya. Satu brankas berisi uang tunai Rp1,8 miliar, satunya lagi berisi surat-surat penting seperti STNK, BPKB, sertifikat, giro, travel cek, dan lainnya.
“Padahal Selasa ini (kemarin) telah diumumkan bahwa uang THR akan dibagikan. Sekarang kami kebingungan harus bagaimana. Jelas ini musibah yang sangat besar bagi kami,” ujar Edo.
Kapolresta Tasikmalaya AKBP Moch Hendra Suhartiyono menduga senjata api yang dibawa para perampok hanya mainan. Dia menilai pelaku perampokan kurang profesional.
“Kami saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memintai keterangan sejumlah saksi. Kami segera mengejar pelaku yang diduga melakukan aksi perampokan ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kasusnya segera terungkap,”ujar Hendra.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.