WASHINGTON - Perusahaan minyak raksasa British Petroleum (BP) dianggap turut berkontribusi terhadap tragedi tumpahan minyak terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat (AS). BP diyakini kurang memiliki perhitungan matang dan disiplin operasional sesuai dengan standar yang dibutuhkan.
Demikian dilaporkan oleh Jurnal Wall Street yang mengutip laporan para teknisi, Selasa (16/11/2010).
Wall Street mendeskripsikan laporan sementara yang dirilis oleh Akademi Teknik Nasional di negara tersebut, pada Rabu, sebagai pengujian paling komprehensif dari bencana Teluk Meksiko sejauh ini.
Walaupun laporan secara berungkali menyebutkan bahwa penyebab tumpahan masih perlu diselidiki lebih lanjut, kritik tajam mengarah ke BP, sebagai perusahaan pemilik minyak yang meledak pada 20 April lalu. BP dipercaya sebagai pihak yang memicu sendiri terjadinya bencana tersebut, tulis Wall Street pada edisi online-nya.
Seluruh anggota panel juga menyalahkan kurangnya manajemen disiplin, kurangnya ahli-ahli dengan kewajiban yang jelas dalam sistem operasional, dan kurangnya sistem check and balances, ketika faktor biaya dan keamanan membutuhkan pengaturan skala prioritas, begitu tambahnya.
Lebih lanjut, laporan tersebut juga masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai hal-hal penting yang terkait. Selain itu, agak mustahil untuk menentukan secara pasti kegagalan mekanisme mana yang mengakibatkan kebocoran dan menyebabkan lima juta barel minyak tumpah ke laut.
Laporan tersebut juga menyalahkan sistem regulator dan industri minyak di lepas pantai secara keseluruhan, dengan memberikan catatan khusus kepada sistem pelatihan di industri ini yang dianggap sangat minim dibandingkan dengan resiko besar yang mungkin ditimbulkannya.
(Fetra Hariandja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.