nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jago Demokrat Menangi Pilkada Pacitan

Muhammad Roqib, Jurnalis · Selasa 21 Desember 2010 20:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2010 12 21 339 405859 RevSg5ugSP.jpg Ilustrasi (Foto: Koran SI)

PACITAN - Pasangan Indartarto-Prayitno yang diusung Partai Demokrat, PKS, PPP, dan Hanura dipastikan memenangi Pemilihan Bupati Pacitan 2010.

Tinggal selangkah lagi, calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) yang dekat dengan keluarga besar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pacitan ini bakal melenggang memimpin Kota 1001 Gua untuk periode 2011-2016.

Berdasarkan penghitungan terakhir pukul 11.51 WIB yang dilakukan oleh Posko Tim Koordinasi DKP Pemilukada Kabupaten Pacitan, pasangan Indartarto-Prayitno meraih 186.590 suara atau 65, 48 persen.

Rival dekatnya, pasangan Aziz Ahmadi-Mardiyanto yang diusung Partai Golkar dan PDI Perjuangan meraih 77.544 suara atau sekira 27,21 persen. Sementara, pasangan Nur Tjahjono-Masruri Abdul Ghoni yang diusung koalisi PNI Marhaenisme, PPKB, Partai Patriot, PDP, PAN, PBB, PBR dan Gerindra hanya meraih 20.833 suara atau 7,31 persen. Cabup Nur Tjahjono yang dikenal sebagai adik sepupu SBY ternyata tidak bisa membantu banyak untuk mendongkrak perolehan suara.

Sementara, jumlah suara sah sebanyak 284.967. Jumlah suara tidak sah sebanyak 9.697. Total pemilih yang hadir di TPS sebanyak 294.664. Sedangkan, pemilih yang tidak hadir di TPS sebanyak 166.566. Jumlah total suara sebanyak 461.230. Tingkat partisipasi pemilih pada Pilbup Pacitan 2010 sekira 63,89 persen.

Menurut Suwoto, Sekretaris Tim Koordinasi DKP Pemilukada Kabupaten Pacitan, penghitungan suara sudah dilakukan di 833 TPS yang tersebar di 171 desa/kelurahan di 12 kecamatan Kabupaten Pacitan. “Jadi, ini total penghitungan suara yang dilakukan di seluruh TPS. Hasilnya, pasangan Indartarto-Prayitno tetap unggul,” ujarnya.

Meski begitu, hasil resmi penghitungan suara Pilbup Pacitan tetap menunggu penghitungan manual yang dilakukan oleh KPU Pacitan. Menurut Ketua KPU Kabupaten Pacitan, Damhudi, pihaknya belum mendapatkan laporan adanya kecurangan atau penyimpangan pelaksanaan coblosan Pilbup Pacitan baik dari tim sukses pasangan calon maupun dari kalangan lembaga swadaya masyarakat.

Mengenai tingginya pemilih yang tidak hadir di TPS, dia menilai itu disebabkan karena adanya warga Pacitan yang terdaftar sebagai pemilih namun tidak bisa memberikan hak suaranya lantaran sedang bekerja di luar daerah. Jumlah warga Pacitan yang menjadi perantau dan pekerja di luar daerah ini cukup banyak. “Mereka biasanya bekerja selama 6-10 bulan. Sehingga, status sebagai warga Pacitan tidak berubah,” tuturnya.

Namun, Damhudi memprediksikan angka ketidakhadiran pemilih di TPS itu sekira 25 persen-30 persen. Sementara, pemilih yang memberikan suaranya berkisar 60 persen. Sesuai jadwal, penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dilaksanakan pada 21-23 Desember 2010. Sementara, penghitungan suara di tingkat KPU Pacitan dilaksanakan pada 24-26 Desember 2010.

 

Pasangan calon atau calon yang tidak puas dengan hasil Pilbup Pacitan diberikan waktu tiga hari setelah penetapan rekapitulasi suara untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. “Kalau tidak ada gugatan, maka selanjutnya calon bupati dan calon wakil bupati terpilih bakal dilantik,” tandasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini