Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Kaleidoskop 2010

Gempa Haiti, Terdahsyat Sepanjang 2010

Fajar Nugraha , Jurnalis-Senin, 27 Desember 2010 |18:51 WIB
Gempa Haiti, Terdahsyat Sepanjang 2010
Istana Presiden Haiti yang hancur karena gempa (Foto: Getty Images)
A
A
A

GEMPA bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter mengguncang Haiti pada 12 Januari lalu. Setidaknya 300 ribu orang tewas akibat tertimbun reruntuhan gedung.

Gempa Haiti ini membuka catatan bencana alam yang terjadi di dunia sepanjang 2010. United States Geological Survey (USGS) menyatakan bencana itu merupakan gempa bumi terbesar di Haiti dalam 200 tahun lebih.

Titik gempa diketahui berpusat di 18,45 derajat Lintang Utara dan 72,44 Bujur Barat atau berjarak 16 kilometer barat daya ibu kota Port-au-Prince. Kota ini didiami sekira 1 juta orang. Berdasarkan catatan USGS, gempa terjadi pukul 16.53 waktu setempat, 12 Januari 2010 atau pukul 04.53 WIB, Rabu 13 Januari 2010. Kedalaman gempa yang hanya sekira 10 kilometer. Tak heran jika dampak gempa dirasakan sangat dahsyat.

Skala kehancuran yang terjadi di Haiti ternyata lebih parah dibandingkan dengan tragedi tsunami yang menghantam Aceh dan negara-negara Asia pada akhir 2004. Diperkirakan kerugian akibat bencana Haiti mencapai USD14 miliar.

Gempa tidak hanya menimbulkan korban tewas dari masyarakat biasa, beberapa staf PBB yang bertugas di Negara Kepulauan Karibia tersebut juga menjadi korban. PBB memastikan 14 staf termasuk dalam korban tewas. Sementara 56 lainnya menderita luka-luka.

Lima warga negara Indonesia juga turut terkena dampak bencana dahsyat ini. Beruntung kelima WNI selamat dari gempa tersebut. Menteri Luar Negeri Marty memastikan lima WNI dalam keadaan selamat. Dua orang WNI yang menjadi sukarelawan Misi Stabilisasi PBB di Haiti (MINUSTAH), Endang dan Yogi, berhasil menyelamatkan diri dari gedung markas MINUSTAH yang runtuh diguncang gempa.

Sementara tiga lainnya, yang sebelumnya tidak diketahui nasibnya, pada akhirnya juga dipastikan selamat. Ketiga WNI tersebut, Ni Luh Made Juini, Ni Ketut Yastri Astiti, dan I Gusti Ayu Putu Sukerti, selamat setelah Hotel Caribee di Port au Prince, tetap kokoh berdiri dalam guncangan gempa tersebut.


Pascagempa besar yang melanda, kondisi di Haiti makin tidak menentu. Hukum rimba sepertinya berlaku di negara paling miskin di benua Amerika tersebut. Hukum di sebagian besar wilayah Port au Prince pun harus diselesaikan dengan aturannya sendiri.

Aksi penjarahan dan penyiksaan marak terjadi di beberapa sudut Port Au Prince. Seringkali warga melakukan tindakan pengeroyokan terhadap pelaku penjarahan.

Bantuan pun langsung berdatangan untuk Haiti. PBB sendiri dana sebesar USD562 juta atau sekira Rp5triliun (Rp9.204 per dolar), yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga Haiti selama 6 bulan pasca-gempa.

Direktur Urusan Bantuan Kemanusiaan PBB (OCHA), John Holmes menyatakan, sekira USD20 juta dari dana tersebut digunakan untuk penyedian bantuan . Sementara sekira USD50 juta akan dipakai untuk menyediakan bantuan kesehatan, air bersih dan sanitasi, tempat penampungan, serta bantuan lainnya.


Bantuan-bantuan dari negara lain juga terus berdatangan ke Haiti, termasuk regu penyelamat dan bantuan kemanusiaan dari Inggris, China, Uni Eropa, Kanada, Rusia, dan negara-negara Amerika Latin.

Pemerintah Indonesia tidak ketinggalan memberikan bantuan. Pemerintah lebih banyak memberikan bantuan jenis obat-obatan karena saat itu sangat dibutuhkan.

Hingga kini proses rekonstruksi Haiti masih berlanjut. Namun masalah baru justru dihadapi masyarakat saat berjuang keluar dar bayang-bayang gempa. Kini, warga Haiti khususnya di Port Au Prince dihadapkan pada wabah kolera.

Wabah mematikan itu telah menewaskan sekira 2.500 warga Haiti. Hingga kini Kementerian Kesehatan Haiti menyebutkan 2.535 warga dilaporkan tewas sejak wabah ini melanda pada pertengahan Oktober lalu. Hampir 57 ribu dari 114.497 orang yang terinfeksi penyakit ini, telah dirawat di rumah sakit. 

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement