Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gasing yang Enggak Bikin Pusing

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Kamis, 13 Januari 2011 |12:29 WIB
Gasing yang Enggak Bikin Pusing
Foto yohanessurya.com
A
A
A

JAKARTA - Tahu gasing? Mainan tradisional dari kayu yang dilemparkan dengan bantuan seutas tali. Jika belum mahir, kita pun akan tertantang menjadi ahli dalam memainkannya.

Begitu juga dengan gasing yang satu ini. Bedanya, gasing ini digunakan untuk menguasai pelajaran matematika. Ia adalah terobosan dalam mempelajari matematika yang dicetuskan oleh Prof. Yohanes Surya.

Gampang asyik menyenangkan (gasing). Itulah metode yang diterapkan Yohanes dalam mengajarkan matematika kepada anak usia sekolah dasar (SD). Menurut pendiri Surya Institut tersebut, anak usia SD pun memiliki kebutuhan untuk mengerti matematika. "Efek samping mengerjakan matematika adalah kita jadi terbiasa berpikir logis,” ujar Yohanes baru-baru ini.

Untuk mendukung metode pembelajaran matematika Gasing itu, Yohanes pun membuat sebuah Gerakan Ibu Pandai Matematika (Gipika). Melalui Gipika, Yohanes ingin menunjukkan, matematika mudah dipelajari dan dikuasai oleh para Ibu sekali pun.

“Biasanya anak tidak mempercayai ibunya untuk bertanya soal matematika. Mereka pikir, ‘Ah, Ibu saya tidak mengerti.’ Namun dengan Gipika, seorang ibu dapat mengajarkan matematika kepada anak-anaknya. Dengan demikian, hubungan antara si ibu dengan anaknya pun makin harmonis,” papar pria berkaca mata tersebut.

Dalam acara peluncuran Gipika di Hotel Sahid, Jakarta, baru-baru ini, Yohanes mendemonstrasikan metode Gasing kepada anak-anak Papua usia sekolah dasar. Ketika dibawa dari Papua, anak-anak tersebut tidak dapat menjawab matematika sederhana satu soal pun. Namun dengan metode Gasing, mereka dapat menguasai pelajaran matematika SD dalam waktu sekira enam bulan. Tidak hanya itu, mereka bahkan dapat menjawab soal-soal logaritma yang diujikan Yohanes. “Dengan menguasai metmatika, kepercayaan diri seorang anak bisa bertambah. Ini memberikan nilai positif bagi perkembangan dirinya,” kata Yohanes menambahkan.

Demonstrasi tersebut disaksikan oleh Herawati Boediono. Istri wakil presiden Republik Indonesia (RI) itu takjub melihat kemampuan para siswa dalam emnguasai matematika. “Saya terharu, mereka begitu pintar. Saya saja kalah cepat menjawab berbagai soal tadi,” ujar Herawati.

Wanita yang ketika itu mengenakan tunik hijau tersebut menyampaikan dukungannya atas Gipika. Menurutnya, peran ibu sangat besar terhadap pendidikan anak-anaknya. Namun, dalam pendidikan matematika, anak sering beranggapan ibu tidak punya pendidikan cukup untuk mengajari mereka. “Saya berkeyakinan, dengan gerakan ini para ibu akan sangat mudah mengerti dan mengajarkan matematika dengan baik, serta menjalin hubungan lebih erat dan positif bagi pengembangan kepribadian anak di masa depan,” imbuh Herawati.

Pada kesempatan tersebut, Surya Institute juga melantik 20 tutor yang siap mengajarkan matematika dengan metode Gasing. Mereka mewakili berbagai daerah di Indonesia dan akan menyebarkan ‘virus’ Gasing ke berbagai pelosok Tanah Air.

(Fetra Hariandja)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement