Share

Radikalisme Positif Baik untuk Mahasiswa

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Kamis 19 Mei 2011 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 19 373 458863 CpanCnxV0P.jpg Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (ist.)

DEPOK – Maraknya isu radikalisme dan doktrin cuci otak Negara Islam Indonesia (NII) yang mengincar generasi muda tentu membuat para orang tua cemas. Apalagi ajaran tersebut ditengarai sudah masuk ke dalam lingkungan dan kurikulum sekolah.

Namun Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, menilai bahwa radikalisme baik untuk mahasiswa. Asalkan, kata dia, radikalisme yang positif.

“Radikalisme itu adalah suatu perubahan yang cepat tak semua negatif, radikalisme yang destruktif adalah yang tak boleh ditiru, justru semangat mahasiswa yang radikal terkadang dibutuhkan untuk perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya usai Seminar Kebangkitan Nusantara di FISIP Universitas Indonesia (UI), Kampus Depok, Kamis (19/05/11).

Justru, lanjutnya, saat ini tengah dibutuhkan semangat dan jiwa mahasiswa yang mempertahankan nilai luhur kebangkitan nasional. Bahkan dia juga tidak mempermasalahkan paham yang menganut fanatisme terhadap suatu agama.

“Fanatisme boleh, justru akan semakin membuat kita khusyuk terhadap agama itu, paham terhadap ajarannya, yang tak boleh merusak orang lain, semangat bekerja sama dan dinamis itu yang harus dipelihara,” tegasnya.

Namun saat ditanya soal perkembangan ajaran NII, JK enggan berkomentar dan hanya melambaikan tangan. 

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini