Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Penekanan Populasi Wanita II

Klinik di India Iklankan Aborsi Besar-besaran

Hermanto , Jurnalis-Senin, 23 Mei 2011 |15:26 WIB
Klinik di India Iklankan Aborsi Besar-besaran
Data sensus kelahiran India/Anto
A
A
A

DELHI - Pada 1961, sensus di India menunjukkan bahwa dari sekira seribu anak laki-laki usia di bawah tujuh tahun, terdapat 976 anak perempuan. Namun kini jumlahnya menurun tajam hingga 914.

Pemerintah India sendiri mengakui kegagalannya untuk menghentikan praktek aborsi terhadap janin perempuan.

Perdana Menteri India Manmohan Singh mengatakan, aborsi janin dan pembunuhan bayi merupakan "aib nasional" dan dia menyerukan "perang suci" demi menyelamatkan bayi perempuan ini.

Namun salah satu aktifis yang terkenal di India Sabu George, mengatakan Pemerintah India, saat ini terlihat tidak menunjukkan antusiasnya untuk menghentikan praktek ini.

"Pada akhir 1980, semua suratkabar di Delhi mencetak iklan yang menggembar-gemborkan ultrasonografi (USG)," ujar George, seperti dilansir BBC, Senin (23/5/2011). "Klinik-klinik di Punjab pun dalam kurun waktu 10 tahun ini selalu dipenuhi oleh para orangtua yang ingin mengenyahkan anak-anaknya. Mereka juga mengundang para orangtua lainnya untuk datang," lanjutnya.

Pada 1994, Tindakan Test Pra Kehamilan (PNDT) melarang melakukan aborsi dengan sistem seleksi gender. Pada tahun 2004, hukum tersebut kemudian berkembang pelarangan pemilihan gender meski dalam masa pembuahan.

Aborsi di India dianggap hal yang legal jika masa kehamilan baru berusia 12 minggu. Sementara jenis kelamin janin baru bisa diketahui pada saat usia kandungan 14 minggu.

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement