JAKARTA- Salah satu dari tiga pilar demokrasi yakni legislatif dinilai gagal dalam mencari solusi dari kekisruhan di negara ini. Penyebabnya bisa jadi karena rakyat salah pilih wakil mereka di DPR.
Budayawan, Yudhistira Anm Massardi, menjelaskan masyarakat cenderung asal pilih sehingga wakil merek di DPR tidak memiliki kapabilitas dalam menuntaskan persoalan bangsa.
“Rakyat juga tidak bekerja sebagaimana mestinya. Rakyat seharusnya cerdas siapa yang harus dipilih. Kalau memang tidak layak, jangan dipilih. Jangan menjual suaranya dengan murah,” ungkap Yudhistira dalam diskusi Polemik Radio Trijaya dengan tema Ironi Negeri ini di Warung Daun, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/7/2011).
Dalam mencoblos atau menyontreng wakil rakyat atau Presiden, lanjut dia, tidak sedikit yang menentukan pilihan setelah diiming-iming materi. Pilihan akhirnya jatuh pada wakil rakyat yang membayar bukan didasarkan atas kesadaran mereka mampu memperjuangkan aspirasi.
“Dua hal yang ada di dewan saat ini tidak mau dan tidak mampu. Ini bagian ironi besar ketika rakyat memilih anggota legislatif dengan dibayar Rp50 ribu,” tukasnya.
Dampaknya, anggota DPR belum menunjukkan bahwa mereka sudah untuk rakyat namun hanya untuk kepentingan mereka.
“Saya kira namanya harus diganti menjadi Dewan Perwakilan Partai bukan DPR, karena bekerja untuk parta bukan untuk rakyat,” cetusnya.
(Anton Suhartono)