Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

4 Mahasiswa UIN SGD Kumpulkan Koin untuk Ongkos ke Ternate

Koran SI , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2011 |08:56 WIB
4 Mahasiswa UIN SGD Kumpulkan Koin untuk Ongkos ke Ternate
Ilustrasi : ist.
A
A
A

EMPAT mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) terpilih sebagai salah satu peserta yang akan mewakili Jawa Barat (Jabar) pada Temu Sastrawan Indonesia ke-4 di Ternate, Maluku Utara pada 25-29 Oktober 2011. Sayangnya, mereka terancam gagal mengikuti event yang diikuti oleh 128 sastrawan tersebut karena tidak mendapatkan dukungan dana dari pihak kampus.

Untuk bisa pergi, mereka harus mengumpulkan dana sendiri dengan mengumpulkan koin. Keempat mahasiswa UIN tersebut, Herton Maridi (20 tahun), mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris; Galah Denawa (20 tahun), mahasiswa jurusan Sosiolog; Restu A Putra (23 tahun), mahasiswa jurusan Jurnalistik; dan Pungkit Wijaya (22 tahun), mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris.

“Saat ini saja saya baru punya uang Rp200 ribu,itu pun bantuan dari teman-teman. Masih jauh sekali karena total dana yang kami butuhkan Rp12 juta untuk transportasi pulang pergi dan akomodasi empat orang,” kata, Galah Denawa saat ditemui di kampus UIN SGD, Jalan AH Nasution, Bandung, kemarin.

Untuk mendapatkan bantuan dana, kata Galah, sebelumnya mereka telah melakukan audiensi bersama Rektor UIN SGD Bandung, Nanat Fatah Natsir, namun mereka tidak mendapatkan kejelasan dana yang akan mereka terima.

“Kami dipingpong, sampai akhirnya nggak dapat apa-apa, kami pulang dengan tangan kosong. Katanya sih mereka mau mengusahakan. Saya kecewa saja kenapa kampus tidak mendukung kami,” jelas mahasiswa asal Sukabumi ini.

Untuk itulah supaya bisa mendapatkan dana untuk pergi ke Ternate, mereka akhirnya harus melakukan aksi kumpul koin. Pengumpulannya dilakukan secara pribadi oleh empat sastrawan muda tersebut.

“Kami berusaha sendiri lewat pengumpulan koin, nantinya lima hari sebelum berangkat kalau kami belum punya dana yang cukup kami akan lakukan penggalangan dana secara besar-besaran sambil menggelar aksi,” ungkapnya.

Konsorsium Sastra UIN SGD melakukan pengumpulan dana secara sukarela melalui Koin untuk Empat Sastrawan UIN SGD Bandung di sejumlah lokasi. Lokasi tersebut, yakni Pusat Informasi dan Kajian Islam (PIKI), Gedung Al-Jamiah lantai III; Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK); Lembaga Pres Mahasiswa Suaka dan Women Studies Center (WSC) di Gedung SC UIN SGD Bandung.

Mereka berharap, dengan cara ini dana yang mereka butuhkan bisa segera terkumpul sehingga bisa mengantarkan mereka ke Ternate. Untuk bisa mengikuti Temu Sastrawan tersebut tidaklah mudah. Setiap calon peserta terlebih dahulu mengirimkan hasil karya mereka, baik puisi, cerpen, dan karya sastra lainnya untuk selanjutnya diseleksi.

“Waktu itu kami semua mengirimkan puisi dengan berbagai macam tema, ada lingkungan, cinta, religius, dan lain-lain. Alhamdulillah bisa terpilih menjadi peserta, tapi masalahnya kami belum punya ongkos, saya saja baru ada Rp100.000, itu pun diberi oleh Dekan,” kata Herton pada wartawan.

Sementara itu, Nanat menuturkan, pihaknya mengapresiasi segala prestasi mahasiswa. Namun, dana yang diberikan bersifat bantuan. (masita ulfah)

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement