BOSTON – Massachusetts Institute of Technology (MIT) tengah mengembangkan teknologi yang memungkinkan peserta mata kuliah online untuk menggunakan laboratorium simulasi, berinteraksi dengan para profesor dan mahasiswa lainnya, serta mendapatkan sertifikat ujian.
“Tujuannya adalah menjangkau orang di luar sana yang tidak bisa berada di sini,” kata Pembantu Rektor MIT, Rafael Reif seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/12/2011). MIT dikenal berkat program OpenCourseWare, yang menawarkan 2.100 mata kuliah online secara gratis.
Saat ini, mahasiswa yang kuliah online belajar menggunakan materi kuliah dari MIT secara mandiri dan tidak pernah menjalani ujian. Kini, mereka akan mendapatkan sejumlah keuntungan.
“Hal ini membuat MIT tersedia dalam skala besar. Ini adalah cara yang bagus untuk menikahi misi kami dalam bidang pendidikan dan penelitian,” jelas Direktur Ilmu Komputer MIT, Anant Agarwal.
Nantinya, mahasiswa yang ingin mendapatkan sertifikat melalui program online MIT harus membayar sejumlah biaya. Namun pejabat universitas mengatakan, saat ini biaya kuliah online belum ditetapkan. Sementara, biaya kuliah di MIT selama setahun sebesar USD40.732 atau setara dengan Rp369 juta (Rp9.073 per USD).
Pejabat universitas menekankan, program ini tidak akan menggantikan pengalaman kuliah di kampus. Kursus online akan sama ketatnya seperti yang dilakukan di dunia nyata. “Ini bukan kuliah MIT versi ringan,” kata Reif mengenai kampus terbaik ketiga di dunia versi QS World University Rangkings.
Sejak program OpenCourseWare diluncurkan hampir satu dekade lalu, lebih dari 100 juta orang telah mempelajari berbagai mata kuliah mulai dari antropologi hingga studi gender. Menurut pihak MIT, mata kuliah aljabar linear dan kalkulus multivariabel merupakan yang paling populer.
Perguruan tinggi lainnya dari Amerika, Stanford dan Yale telah menawarkan program serupa berupa pembelajaran online. MIT, yang terkenal sebagai kampus dengan ilmu pasti terbaik ini telah berkomitmen untuk menggelontorkan hingga jutaan dolar guna menyukseskan program tersebut.
Selain dari kampus, MIT juga akan menghimpun dana tambahan dari yayasan dan sumber lain. Pada akhirnya, program kuliah online akan mengembangkan pilihan berbasis internet, termasuk penilaian secara online.(mrg)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.